Polda Metro Jaya Kirim 15 Truk Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

by -248 Views

Bantuan Kemanusiaan Dikirim ke Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk para korban banjir yang terjadi di wilayah Sumatera. Pengiriman bantuan tersebut dilakukan setelah melalui proses pendataan kebutuhan mendesak dari masyarakat yang terdampak bencana alam.

Pada Senin, 1 Desember 2025, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri melepas bantuan tersebut dalam upacara yang digelar di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Ia menyampaikan bahwa bantuan akan dikirimkan ke tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tujuannya adalah untuk meringankan beban para korban yang sedang menghadapi situasi sulit akibat banjir dan longsor.

Bantuan yang dikumpulkan oleh Polda Metro Jaya mencakup berbagai kebutuhan pokok. Muatan bantuan tersebut diangkut menggunakan 15 truk, termasuk lima truk trailer dan sepuluh truk cold diesel. Berikut daftar bantuan yang dikirim:

  • 350 karung beras atau setara dengan 17.500 kg
  • 5.000 karton Indomie
  • 2.500 karton minyak
  • 62.500 kg gula
  • 1.250 kodi selimut
  • 1.250 kodi sarung
  • 2.500 karton air mineral
  • 250 karton popok
  • 1.250 karton biskuit
  • 2.500 karton susu
  • 125 karton lilin
  • 5.000 karton teh
  • 2.500 karton kopi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto menjelaskan bahwa bantuan akan disalurkan secara bertahap dan bekerja sama dengan polda setempat. Tujuan utamanya adalah agar distribusi bantuan dapat dilakukan dengan tertib, tepat sasaran, dan cepat diterima oleh masyarakat.

Selain bantuan logistik, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) juga memberangkatkan ratusan personel Polri ke Pulau Sumatera. Wakapolri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa sebanyak 200 personel akan diturunkan di masing-masing daerah terdampak banjir. Mereka akan ditemani seluruh logistik dan peralatan pendukung.

Banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak 24 November 2025. Peristiwa ini menimbulkan kerugian besar, baik dalam bentuk korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin mengungkapkan bahwa anomali cuaca ini diduga disebabkan oleh pertumbuhan siklon tropis Senyar di daratan Langsa, Aceh. Fenomena ini dinilai langka karena biasanya siklon tropis berkembang di laut terbuka seperti Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal hingga Ahad, 30 November 2025, sebanyak 442 orang dari ketiga provinsi terdampak. Sementara itu, jumlah orang hilang saat ini mencapai 402 jiwa.

Kontribusi dalam penulisan artikel ini datang dari Vedro Imanuel Girsang, Alif Ilham Fajriadi, dan Sultan Abdurrahman.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.