Prabowo Alokasikan Rp5 Triliun untuk Bangun Gudang dan Penggilingan Padi

by -341 Views

Kesiapan Pemerintah dalam Menghadapi Penyerapan Gabah dan Beras Nasional

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan langkah-langkah percepatan pembangunan infrastruktur pascapanen. Tujuannya adalah untuk mendukung penyerapan gabah dan beras nasional secara lebih efisien.

Pernyataan ini disampaikan oleh Amran setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (20/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, beberapa rencana strategis dibahas, termasuk pengembangan infrastruktur yang akan mendukung stabilitas pasokan pangan.

Amran menyampaikan bahwa saat ini persiapan untuk pembangunan 50 gudang oleh Bulog sudah berjalan. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang membangun rice milling unit (RMU) besar serta gudang penyimpanan di seluruh Indonesia. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai sebesar Rp5 triliun.

Persiapan Sebelum Februari 2026

Presiden Ke-8 RI, Prabowo Subianto, telah memberikan instruksi agar seluruh kesiapan penyerapan gabah dan beras selesai sebelum Februari 2026. Menurut Amran, hal ini sangat penting karena waktu yang tersisa hanya sekitar dua bulan.

“Presiden memerintahkan agar persiapan penyerapan gabah dan beras bulan Februari selesai. Kami estimasi stok di akhir tahun mungkin kurang lebih 3 juta ton,” ujar Amran.

Ia menambahkan bahwa stok gabah dan beras di akhir tahun ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah. Namun, kebutuhan penyerapan tambahan pada Februari nanti membuat kebutuhan gudang meningkat. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur penyimpanan.

Kebutuhan Ruang Penyimpanan yang Mendesak

Amran menjelaskan bahwa saat ini kapasitas gudang yang ada sudah hampir penuh. Oleh karena itu, pemerintah perlu menambah jumlah gudang untuk memenuhi kebutuhan penyerapan yang diperlukan.

“Saat ini gudang kita sudah penuh. Jadi, kita siapkan dengan anggaran Rp5 triliun. Dana berasal dari APBN,” tegasnya singkat.

Rencana Pembangunan Gudang dan RMU

Dalam rencana pembangunan tersebut, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan gudang, tetapi juga pada pengembangan rice milling unit (RMU) besar. RMU ini akan memainkan peran penting dalam memastikan proses penggilingan padi berjalan dengan lancar dan efisien.

Selain itu, pemerintah juga telah menyewa gudang dengan kapasitas 1,2 juta ton di seluruh Indonesia. Meskipun demikian, kebutuhan tambahan gudang masih diperlukan mengingat tingginya volume stok yang akan diserap pada Februari 2026.

Langkah Strategis untuk Stabilitas Pasokan Pangan

Langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memastikan stabilitas pasokan pangan nasional. Dengan adanya infrastruktur pascapanen yang memadai, diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan gabah dan beras, serta meningkatkan efisiensi distribusi.

Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk menjaga harga pangan agar tetap stabil, sehingga masyarakat dapat mengakses beras dengan harga yang terjangkau.

Dengan persiapan yang matang dan komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur pascapanen, diharapkan penyerapan gabah dan beras nasional dapat berjalan lebih baik dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.