Prabowo Perintahkan Cek dan Perbaiki Bangunan Ponpes

by -727 Views

Presiden Prabowo Memerintahkan Evaluasi Struktur Bangunan di Pondok Pesantren

Presiden Joko Widodo, dalam perintahnya, meminta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur dan kekuatan bangunan di berbagai pondok pesantren. Tujuannya adalah agar insiden ambruknya mushalla di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, tidak terulang kembali.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (5/10) malam. Ia menjelaskan bahwa perintah itu diberikan secara langsung oleh Presiden dalam rapat terbatas yang digelar di kediaman pribadi di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada malam hari.

“Presiden memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar beserta jajaran kementeriannya untuk memeriksa sekaligus memperbaiki pondok pesantren resmi yang perlu dicek kekuatan struktur bangunannya. Selain itu, Presiden juga menekankan kepada pemilik pondok untuk memperhatikan betul proses renovasi atau pengembangan gedung bila hendak membangun pondoknya,” ujar Seskab Teddy, mengutip perintah Presiden.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa insiden ambruknya bangunan mushalla di Ponpes Al Khoziny telah menjadi atensi khusus Presiden.

“Beliau memonitor terus, makanya Beliau kemudian memerintahkan kepada para menteri terkait serta gubernur dan wakil gubernur untuk memberikan perhatian,” kata Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Minggu.

Prasetyo juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan evaluasi seluruh bangunan pesantren, terutama dari segi keamanan dan keselamatannya. “Evaluasi ke depan semua pondok pesantren kami harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan-bangunan dan infrastruktur di pondok pesantren masing-masing,” tambahnya.

Insiden Ambruk Mushalla di Ponpes Al Khoziny

Bangunan mushalla di Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin (29/9) pekan lalu, menyebabkan ratusan santri yang sedang melaksanakan shalat berjamaah terjebak di bawah puing-puing bangunan. Insiden ini terjadi saat mushalla sedang dalam proses renovasi di lantai tiga.

Sebanyak 400 lebih petugas pencarian dan penyelamatan (SAR) langsung menjalankan evakuasi korban, tetapi proses itu sangat sulit karena puing-puing berukuran besar yang rentan ambruk dan dapat menimpa korban-korban selamat yang masih terjebak.

Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budi Irawan menyatakan hingga Minggu 5 Oktober 2025, jumlah korban meninggal dunia mencapai 36 orang. Budi memperkirakan masih ada 27 santri yang terjebak di bawah puing-puing bangunan mushalla.

Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya mencatat jumlah korban selamat per Sabtu (4/10) bertambah menjadi 104 orang setelah satu santri yang sebelumnya hilang dilaporkan dalam kondisi selamat.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.