PUBMSDA Normalisasi Sungai di Bluru Kidul dan Rangkah Kidul untuk Cegah Banjir Sidoarjo

by -357 Views

Normalisasi Sungai untuk Mengurangi Risiko Banjir di Sidoarjo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus melakukan upaya-upaya preventif dalam mencegah banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut. Salah satu langkah utamanya adalah normalisasi sungai, yang bertujuan agar aliran air menjadi lancar dan kapasitas sungai tetap optimal. Dengan begitu, potensi banjir bisa diminimalisir.

Sejumlah sungai di kawasan Bluru Kidul hingga Rangkah Kidul sedang menjadi fokus pengerjaan normalisasi. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo melakukan pembersihan sampah di permukaan sungai serta menguras pendangkalannya. Hal ini dilakukan agar saluran air tidak tersumbat dan dapat menampung debit air yang tinggi.

Bupati Sidoarjo, Subandi, menjelaskan bahwa kegiatan normalisasi sungai bukanlah sesuatu yang baru, melainkan program yang telah digencarkan sejak beberapa bulan lalu. Ia menyatakan, “Ini menjadi upaya-upaya yang terus kita gerakkan. Supaya banjir bisa diminimalisir di Sidoarjo.”

Selain itu, pihaknya juga memastikan penggunaan alat berat di sejumlah lokasi untuk mempercepat proses normalisasi. Dengan adanya alat tersebut, kapasitas sungai bisa kembali normal dan mampu menampung air dengan jumlah yang besar.

Contoh nyata dari efektivitas normalisasi ini adalah saat terjadinya banjir di Jalan Jati, bawah tol depan Lippo Plaza Sidoarjo beberapa waktu lalu. Saat dicek oleh Subandi, ternyata beberapa saluran tidak normal dan pompa air sempat terkendala, sehingga terjadi banjir yang cukup tinggi. Namun, setelah pompa diperbaiki dan saluran dinormalisasi, banjir bisa diminimalisir. Hujan deras yang mengguyur tidak sampai menyebabkan banjir, meskipun ada genangan yang berhasil ditangani setelah pompa dikerahkan.

Subandi juga menekankan pentingnya persiapan di beberapa titik rumah pompa yang sudah dimiliki. Semua rumah pompa tersebut diminta untuk siaga 24 jam selama musim hujan. Selain itu, beberapa pompa portabel juga disiagakan untuk membantu menyedot air jika terjadi genangan.

Pentingnya Kepedulian Lingkungan

Di samping upaya teknis seperti normalisasi sungai, Subandi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Ia menekankan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area sungai. Sampah yang masuk ke sungai bisa menyebabkan aliran air tersumbat dan berpotensi menyebabkan banjir.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk rutin menggelar kerja bakti, membersihkan saluran air dan sungai di lingkungan masing-masing. Aktivitas ini mencakup pembersihan sampah dan sumbatan di sungai agar aliran air tetap lancar dan risiko banjir bisa diminimalisir.

Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kondisi sungai dan saluran air. Dengan kesadaran masyarakat yang meningkat, harapan untuk mengurangi banjir di Sidoarjo bisa semakin tercapai.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.