Rico Waas dan APPSI Medan Bahas Perkembangan Pasar Tradisional

by -297 Views

Peran Pasar Tradisional yang Semakin Terancam

Pasar tradisional telah menjadi bagian penting dari kehidupuan masyarakat sejak lama, sebagai tempat utama untuk memenuhi kebutuhan pokok. Namun, di era modern ini, pasar tradisional menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Salah satu tantangan terbesar adalah maraknya penggunaan pasar online serta persaingan dengan pasar modern yang menawarkan kenyamanan dan fasilitas lebih baik.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (23/12). Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi perlu datang langsung ke pasar karena bisa melakukan belanja secara online hanya dengan menunggu di rumah.

“Ini merupakan tantangan besar yang membuat minat masyarakat terhadap pasar tradisional semakin menurun,” ujarnya, didampingi oleh Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kabag Perekonomian Regen, dan Plt Dirut PUD Pasar, Agus Syahputra.

Selain itu, Rico juga menyebutkan bahwa pasar modern yang menawarkan fasilitas nyaman dan harga bersaing membuat masyarakat enggan datang ke pasar tradisional yang sering kali dianggap kurang tertata dan memiliki kondisi yang tidak terawat.

Solusi Konkret untuk Membangkitkan Minat Masyarakat

Untuk menghadapi tantangan ini, Rico mengusulkan beberapa solusi konkret. Salah satunya adalah membuka peluang bagi pedagang pasar tradisional untuk ikut berjualan secara daring. Ia juga berharap APPSI dapat menjadi wadah aspirasi bagi para pedagang, mulai dari kemudahan akses fasilitas hingga peningkatan kebersihan dan keamanan pasar.

“Diharapkan APPSI bisa menjadi mata dan telinga bagi pedagang, sementara PUD Pasar harus melakukan pembenahan. Kita perlu berinovasi dan berkreasi, termasuk menciptakan pasar tematik. Misalnya, Pasar Petisah, apakah memungkinkan dikembangkan menjadi pasar khusus suatu produk seperti di Jakarta dan Bandung?” ujar Rico.

Tantangan yang Dihadapi Pedagang Pasar Tradisional

Sementara itu, Ketua APPSI Kota Medan Muhammad Siddiq menjelaskan tujuan kehadirannya selain bersilaturahmi juga untuk memperkenalkan kepengurusan APPSI Kota Medan yang baru. Menurut Siddiq, saat ini APPSI Kota Medan telah memiliki 16 sekretariat dari 52 pasar yang ada di Kota Medan.

Pihaknya berupaya keras untuk melakukan advokasi dan meyakinkan para pedagang agar tetap bertahan dan berkembang. Menurut Siddiq, pasar adalah tempat terbuka yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Para pedagang berharap fasilitas dan kenyamanan pasar diperhatikan lebih baik agar warga kembali tertarik berbelanja di pasar tradisional.

Harapan untuk Pemko Medan

Dijelaskan Siddiq, APPSI berharap Pemko Medan terus mendorong perbaikan fasilitas pasar sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali pasar rakyat di tengah persaingan yang semakin ketat.



Dengan adanya inisiatif-inisiatif seperti pasar tematik dan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan pasar tradisional dapat tetap relevan dalam kehidupan masyarakat. Hal ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi para pedagang, tetapi juga bagi masyarakat luas yang membutuhkan akses ke pasar yang nyaman dan terjangkau.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.