Sah! Indonesia Jadi Anggota Dewan Pemeriksa PBB

by -242 Views

Indonesia Terpilih sebagai Anggota Dewan Pemeriksa Perserikatan Bangsa-Bangsa

Indonesia telah resmi terpilih menjadi anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) atau Dewan Pemeriksa Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk periode 2026–2032. Keputusan ini diambil dalam Sidang Umum Komite V PBB sesi ke-80 yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Jumat (7/11/2025) waktu setempat.

Pemilihan ini menunjukkan bahwa komunitas internasional memberikan kepercayaan penuh kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Indonesia sebagai lembaga pemeriksa negara yang memiliki kredibilitas tinggi di tingkat global. UN BoA merupakan organ di bawah Sidang Umum PBB yang bertugas melakukan pemeriksaan independen atas laporan keuangan dan tata kelola seluruh organisasi, dana, serta program-program PBB.

Dewan ini terdiri dari tiga lembaga pemeriksa negara (Supreme Audit Institution/SAI). Saat ini, anggotanya meliputi Cour des Comptes (Prancis), The Brazilian Federal Court of Accounts (Brasil), dan China National Audit Office (Tiongkok). Setelah masa jabatan SAI Tiongkok berakhir pada 30 Juni 2026, posisi tersebut akan digantikan oleh BPK RI.

Peran BPK dalam Dunia Internasional

Wakil Ketua BPK, Budi Prijono, yang memimpin delegasi Indonesia dalam sidang tersebut, menyatakan bahwa terpilihnya Indonesia sebagai anggota UN BoA adalah bentuk pengakuan atas peran aktif dan kredibilitas BPK di dunia internasional.

“Keterpilihan Indonesia sebagai UN BoA pada Sidang Umum Komite V PBB merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam menentukan arah tata kelola yang baik di tingkat global,” ujar Budi. Ia juga menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan pencapaian Visi Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia memiliki kekuatan diplomasi dan mampu memengaruhi kebijakan internasional.

Komitmen BPK untuk Tata Kelola yang Lebih Baik

Dengan moto “Strategic Partner for Better Governance”, BPK berkomitmen untuk memperkuat kapasitasnya dalam mengawal akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola keuangan yang baik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain menjadi anggota UN BoA untuk periode 2026–2032, BPK juga akan menjabat sebagai Ketua Organisasi Badan Pemeriksa Sedunia (INTOSAI) pada periode 2028–2031. Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu aktor penting dalam pembentukan standar tata kelola dan akuntabilitas global di bawah payung PBB.

Dampak Keterpilihan bagi Indonesia

Keterpilihan ini tidak hanya meningkatkan reputasi BPK secara internasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di dunia audit internasional. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui sebagai negara yang memiliki kemampuan dan kompetensi dalam menjalankan fungsi pemeriksaan keuangan secara mandiri dan profesional.

Selain itu, keterpilihan ini juga menjadi momentum untuk memperluas kerja sama antarnegara dalam rangka meningkatkan tata kelola keuangan yang lebih baik. Dengan partisipasi aktif dalam lembaga-lembaga internasional seperti UN BoA dan INTOSAI, Indonesia dapat berkontribusi dalam menciptakan sistem pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun keterpilihan ini menjadi pencapaian besar, BPK juga menghadapi tantangan dalam menjalankan perannya sebagai anggota UN BoA. Tantangan ini termasuk menjaga kualitas pemeriksaan yang tinggi, menjaga independensi, serta memastikan kesesuaian dengan standar internasional.

Namun, peluang yang ada jauh lebih besar. Dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, BPK dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menjalankan fungsi pemeriksaan yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, keterpilihan ini juga membuka peluang untuk memperkuat hubungan bilateral dan multilateral dengan negara-negara lain, khususnya dalam bidang tata kelola dan keuangan.

Kesimpulan

Keterpilihan Indonesia sebagai anggota UN BoA adalah bukti bahwa negara ini semakin diakui secara internasional. Dengan peran yang semakin besar dalam organisasi-organisasi global, Indonesia memiliki kesempatan untuk memperkuat posisinya sebagai negara yang berkontribusi dalam pembentukan standar tata kelola dan akuntabilitas global. Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik, BPK dapat menjalankan fungsinya dengan optimal dan memberikan kontribusi nyata dalam upaya membangun dunia yang lebih baik.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.