Sejarah Museum Sumpah Pemuda yang Berdiri Teguh

by -1072 Views

Sejarah dan Perkembangan Museum Sumpah Pemuda

Setiap tanggal 28 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Peringatan ini mengingatkan kita akan perjuangan para pemuda dalam meraih kemerdekaan bangsa. Sumpah Pemuda lahir melalui tiga rapat yang diselenggarakan di tiga tempat berbeda oleh Kongres Pemuda II. Organisasi pelajar di seluruh Indonesia, yaitu Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), menjadi inisiator dari kongres ini.

Rapat pertama dilaksanakan di Jakarta, kemudian rapat kedua di Surabaya, dan akhirnya rapat ketiga di Gedung Indonesische Clubgebouw atau Gedung Kramat 106, yang terletak di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat. Hasil rumusan akhir Sumpah Pemuda berhasil dirumuskan pada rapat ketiga ini. Sejarah mengatakan bahwa keberadaan Gedung Kramat 106 menjadi salah satu tempat penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Munculnya Ide Mendirikan Museum Sumpah Pemuda

Gagasan mendirikan Museum Sumpah Pemuda berasal dari para peserta Kongres Pemuda Kedua. Mereka percaya bahwa nilai-nilai persatuan yang diperjuangkan oleh generasi muda pada masa lalu harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Untuk itu, pada 15 Oktober 1968, Prof. Mr. Soenario mengirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, untuk meminta perhatian dan pembinaan terhadap Gedung Kramat 106 agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.

Berdasarkan SK Gubernur No. cb.11/1/12/72 jo Monumenten Ordonantie Staatsblad No. 238 Tahun 1931, tanggal 10 Januari 1972, Gedung Kramat 106 ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Selanjutnya, Gedung Kramat 106 dipugar oleh Pemda DKI Jakarta pada 3 April 1973 dan selesai pada 20 Mei 1973. Setelah selesai dipugar, gedung tersebut dijadikan museum dengan nama Gedung Sumpah Pemuda. Peresmiannya dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973.

Pada 20 Mei 1974, Gedung Sumpah Pemuda kembali diresmikan oleh Presiden RI ke-2, Soeharto. Dari sini, pengelolaan museum mulai bergeser dari pihak daerah ke pemerintah pusat.

Perpindahan Pengelolaan Museum Sumpah Pemuda

Pada 16 Agustus 1979, Gedung Sumpah Pemuda diserahkan oleh Pemda DKI Jakarta kepada Pemerintah Pusat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olahraga. Berdasarkan rencana, Gedung Sumpah Pemuda akan dijadikan Pusat Informasi Kegiatan Kepemudaan dibawah Kantor Menteri Muda Urusan Pemuda.

Pada 28 Oktober 1980, pembukaan selubung papan nama Gedung Sumpah Pemuda dilakukan oleh Jos Masdani atas permintaan Menteri Muda Urusan Pemuda, Mayor TNI AU Abdul Gafur, sebagai tanda penyerahan pengelolaan gedung dari Pemda DKI Jakarta kepada Departemen P dan K.

Tiga tahun kemudian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nugroho Notosusanto, mengeluarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 029/O/1983, tanggal 7 Februari 1983, yang menyatakan Gedung Sumpah Pemuda dijadikan UPT di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan dengan nama Museum Sumpah Pemuda.

Perubahan Struktur Pemerintahan dan Pengelolaan Museum

Pada 1999, saat Presiden KH Abdurrahman Wahid membentuk Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, pengelolaan Museum Sumpah Pemuda diserahkan dari Departemen Pendidikan Nasional kepada Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Penyerahan dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Yahya A. Muhaimin, kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, I Gede Ardhika.

Seiring dengan perubahan struktur pemerintahan, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata diubah menjadi Kementerian Negara. Untuk menampung unit-unit yang tidak tertampung dalam Kementerian Negara Kebudayaan dan Pariwisata, dibentuklah Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata. Pengelolaan Museum Sumpah Pemuda yang semula ada di bawah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata kemudian diserahkan kepada Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata.

Bersamaan dengan reorganisasi di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, pengelolaan Museum Sumpah Pemuda kembali dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Pada awal tahun 2012, Museum Sumpah Pemuda dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Kebudayaan.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.