Siaga Darurat di Selatan Bogor, Pospol Gadog Jadi Pusat Penanggulangan Bencana

by -219 Views

Pemkab Bogor Tetapkan Status Siaga Bencana

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menetapkan status siaga bencana di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sedang terjadi. Keputusan ini diambil sebagai tindak lanjut dari imbauan pemerintah provinsi setempat mengenai situasi kewilayahan saat ini.

”Kami menetapkan status siaga bencana sampai dengan tahun depan, menindaklanjuti imbauan dari Pemprov Jabar,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto pada Rabu 10 Desember 2025.

Dalam situasi ini, Pemkab Bogor juga telah membentuk tim reaksi cepat (TRC) bersama Kepolisian Resor (Polres) Bogor di empat zonasi wilayah rawan bencana. Salah satu wilayah prioritas berada di kawasan selatan Kabupaten Bogor dengan Pos Polisi (Pospol) Gadog menjadi titik utama kesiapsiagaan.

”Di wilayah selatan kita mempersiapkan beberapa alat berat yang terparkir di situ, sehingga pada saat di wilayah selatan terjadi bencana mobilitas untuk alat berat juga lebih dekat. Operator juga kita siagakan di posko bersama di Pospol Gadog,” tambahnya.

Wilayah Rawan Bencana di Majalengka

Sementara itu, Kabupaten Majalengka berada di urutan ke-14 daerah rawan bencana di Jawa Barat. Pada tahun ini pun, ada 354 kejadian bencana seperti longsor, banjir, dan angin kencang, sehingga diperlukan kewaspadaan di saat puncak musim penghujan yang akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka Agus Tamim usai rapat Siaga Darurat Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025/-2026 mengungkapkan, ada sejumlah titik rawan bencana banjir, di antaranya berada di gerbang Tol Cipali, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, yang sering terendam hingga tidak bisa dilintasi kendaraan.

Itu terjadi akibat luapan Sungai Cipelang dari arah Sumedang, yang airnya tidak bisa masuk ke Sungai Cimanuk manakala terjadi luapan air yang cukup tinggi. Dampaknya bisa membanjiri kawasan persawahan dan permukiman di wilayah tersebut.

Banjir juga sering melanda wilayah Desa Kadipaten akibat luapan Sungai Cipitis yang mulai dangkal dan menyempit.

Pentingnya Kesiapsiagaan

Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Wily Adrian menekankan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak, mengingat bencana bisa datang tanpa diduga.

Titik Rawan Bencana di Berbagai Wilayah

Beberapa wilayah lain juga menjadi perhatian khusus karena potensi bencana yang tinggi. Di antaranya adalah:

  • Gerbang Tol Cipali: Wilayah ini sering terkena banjir akibat luapan Sungai Cipelang.
  • Desa Kertawinangun: Lokasi yang sering terendam banjir dan sulit dilintasi kendaraan.
  • Desa Kadipaten: Terancam banjir akibat Sungai Cipitis yang mulai dangkal dan menyempit.
  • Wilayah Selatan Kabupaten Bogor: Menjadi fokus utama dengan penempatan alat berat dan operator di Pospol Gadog.

Upaya Pencegahan dan Mitigasi Bencana

Untuk mengurangi risiko bencana, pemerintah dan instansi terkait melakukan berbagai langkah pencegahan dan mitigasi. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:

  • Pembentukan tim reaksi cepat (TRC) di wilayah-wilayah rawan.
  • Penyediaan alat berat dan tenaga operasional di lokasi strategis.
  • Koordinasi dengan polisi dan BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
  • Sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya bencana dan cara menghadapinya.

Peran Masyarakat dalam Kesiapsiagaan

Selain upaya dari pemerintah, peran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada, memperhatikan informasi cuaca, serta menghindari daerah-daerah yang rawan bencana.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.