Skandal Gedung Pencakar Langit Terjebak ‘Neraka’ Retak! 432 Park Avenue, dari Rekor Dunia ke ‘Granat Beton’

by -230 Views

Gedung 432 Park Avenue: Kekhawatiran atas Kerusakan Struktural yang Mengancam Keselamatan

Gedung ikonik 432 Park Avenue di New York, yang sebelumnya memegang gelar sebagai “gedung hunian tunggal tertinggi di dunia” dengan ketinggian 425 meter, kini menghadapi masalah serius hanya 10 tahun setelah selesai dibangun. Dengan struktur yang terlihat megah dari luar, gedung ini kini penuh dengan kerusakan yang menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keselamatan penghuninya.

Asosiasi pemilik rumah telah mengajukan tuntutan hukum sebesar $165 juta terhadap pihak pengembang, menuduh mereka sengaja menyembunyikan ribuan keretakan serius dan cacat struktural. Kerusakan yang terjadi sangat parah dan mencerminkan ketidakmemadaiannya dalam proses konstruksi:

  • Dinding eksterior dipenuhi “puluhan ribu keretakan.”
  • Di beberapa area, blok beton telah terlepas, digambarkan secara gamblang sebagai “tambalan yang ditempel seperti ritsleting.”
  • Struktur inti penopang beban memiliki retakan tembus sedalam 25,4 cm dengan laju ekspansi yang melebihi standar keamanan.
  • Antara tahun 2017 hingga 2021, tercatat lebih dari 20 kebocoran serius yang memicu korosi pada struktur baja internal. Tingkat korosi beberapa komponen melebihi standar aman hingga 3 kali lipat.
  • Total ada 1.893 masalah struktural, lebih dari separuhnya dinilai sebagai “risiko keselamatan jiwa.”

Efek ‘Menara Pensil’ dan Beton Bermasalah

Gedung 102 lantai ini mendapat julukan “menara pensil” karena rasio tinggi terhadap lebarnya yang ekstrem (15:1, jauh berbeda dari Empire State Building yang hanya 3:1). Bentuk persegi panjang yang kaku ini gagal meredam gaya angin secara efektif, menyebabkan goyangan yang sangat terasa, bahkan dalam cuaca normal. Pemilik bahkan menggambarkannya “seperti hidup di atas kapal.”

Goyangan konstan inilah yang menyebabkan tekanan berkala pada beton kaku, memicu keretakan. Masalah diperparah oleh keputusan pengembang untuk menolak peringatan insinyur agar tidak menggunakan beton putih biasa—untuk tujuan estetika—yang mengakibatkan:

  • Kekuatan dan ketahanan retak menurun drastis karena tidak bisa ditambahkan komponen penguat konvensional.
  • Penggunaan beton dekoratif pada struktur penopang beban, yang tidak memenuhi persyaratan kekuatan dan daya tahan untuk gedung super tinggi.

Ancaman yang Mengancam Keselamatan

Para ahli memperingatkan bahwa kerusakan yang terjadi tidak dapat diubah (irreversible). Mereka khawatir beton eksterior dapat membentuk “granat beton” yang dapat jatuh dari ketinggian ratusan meter dan membahayakan pejalan kaki. Kerusakan pada struktur inti penopang beban bahkan telah menunjukkan pergeseran (displacement) yang mengancam stabilitas keseluruhan gedung.




📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.