Status Pegawai PKWTT Sulit Diperoleh

by -236 Views

Kesulitan Mendapatkan Pekerjaan Tetap di Kalangan Angkatan Kerja

Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, banyak angkatan kerja menghadapi kesulitan dalam memperoleh pekerjaan tetap. Hal ini terlihat dari pengakuan beberapa warga Kabupaten Bandung yang mencari peluang kerja. Salah satunya adalah Miftahul Ramadhani, seorang warga Katapang yang pernah bekerja di dua perusahaan berbeda di sektor garmen dengan status kontrak.

Miftahul mengaku bahwa ia sangat menginginkan pekerjaan dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Namun, ia menyadari bahwa mendapatkan posisi seperti itu sangat sulit. Ia hanya bisa bekerja dengan kontrak selama satu tahun di masing-masing perusahaan.

“Saya sempat bekerja di dua perusahaan berbeda di sektor garmen. Keduanya, bekerja dengan status perjanjian kerja waktu tertentu dengan masa satu tahun. Tentu, sangat gembira ketika mendapatkan kesempatan bekerja dengan status PKWTT. Saat ini, sangat sulit menjangkau itu (status PKWTT),” ujar Miftahul, pekan lalu.

Setelah kontrak kerjanya berakhir di sebuah perusahaan garmen di Karawang, Miftahul kembali mencari peluang kerja. Ia menyerahkan lamaran ke sekitar tiga perusahaan di bursa kerja tersebut.

Sementara itu, Santy Rahayu, warga Parungserab, Kecamatan Soreang, juga mengalami hal serupa. Ia pernah bekerja sebagai pegawai kontrak bagian pengemasan di pabrik. Setelah kontraknya habis, ia kini sedang mencari pekerjaan baru.

“Kerja dengan status pegawai kontrak bagian pengemasan di pabrik. Kontrak kerja di perusahaan itu sudah usai, kini tengah mencari (pekerjaan) lagi,” kata Santy.

Alih-alih menjadi pegawai tetap, Santy mengaku bahwa mencari pekerjaan pun merupakan hal yang sulit. Ia berharap bisa kembali mendapatkan pekerjaan setelah menyerahkan lamaran ke sejumlah perusahaan saat bursa kerja.

Upaya Pemerintah Daerah untuk Meningkatkan Lapangan Kerja

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menjelaskan bahwa penyelenggaraan bursa kerja menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan target 10.000 lapangan kerja maupun wirausaha muda per tahun. Dalam bursa kerja yang berlangsung di Upakarti, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung, sebanyak 37 perusahaan hadir dengan 2.000-3.000 lowongan pekerjaan.

Dadang menyebutkan bahwa hingga saat ini, sekitar 5.000 dari target 10.000 lapangan kerja maupun wirausaha muda pada 2025 telah tercapai. Pihaknya optimistis bahwa target tersebut akan tercapai dengan berbagai upaya yang sedang berjalan.

“Menurut pengakuan dari salah seorang penyedia kerja yang ikut bursa kerja, membutuhkan 5.000 tenaga kerja untuk penempatan di gedung baru. Rencananya, perusahaan itu membangun lagi di Pameungpeuk. Kami siap memfasilitasi perizinannya,” ujar Dadang.

Tantangan dan Harapan di Tengah Kenaikan Pengangguran

Kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan tetap tidak hanya dialami oleh Miftahul dan Santy, tetapi juga banyak angkatan kerja lainnya. Bursa kerja yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi salah satu solusi untuk membantu mereka menemukan peluang kerja. Namun, tantangan tetap ada, termasuk kurangnya kesadaran industri terhadap pentingnya memberikan status PKWTT kepada para pekerja.

Beberapa perusahaan masih lebih memilih menggunakan sistem kontrak jangka pendek karena alasan biaya dan fleksibilitas. Hal ini membuat banyak pekerja merasa tidak aman dalam menjalani karier mereka.

Meski begitu, harapan tetap ada. Bursa kerja dan program pemerintah yang terus berkembang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pencari kerja. Dengan dukungan yang tepat, banyak angkatan kerja bisa memiliki kesempatan untuk menikmati stabilitas dan kesejahteraan dalam pekerjaan mereka.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.