Subaru Alihkan 1,5 Triliun Yen ke Teknologi Hybrid

by -137 Views

Perubahan Strategi Elektrifikasi Subaru

Subaru Motor Corporation mengumumkan perubahan strategi dalam rencana elektrifikasinya. Perusahaan akan mengurangi investasi jangka pendek pada kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan beralih ke pengembangan mobil hibrida. Rencana ini mencakup anggaran senilai 1,5 triliun yen (sekitar 9,74 miliar dolar AS), yang sebelumnya dianggap sebagai investasi jangka panjang.

Pengalihan fokus ini dilakukan karena meningkatnya permintaan terhadap kendaraan hibrida dan evaluasi ulang terhadap mesin pembakaran internal. Presiden Subaru, Atsushi Osaki, menyatakan bahwa saat ini lebih tepat untuk menunda investasi besar-besaran dalam produksi massal EV. Meskipun total anggaran tetap tidak berubah, dana tersebut kini diklasifikasikan sebagai “investasi pertumbuhan,” dengan penyesuaian waktu dan alokasi sesuai dengan perubahan permintaan konsumen serta kebijakan insentif pemerintah.

Pengalokasian Dana dan Rencana Masa Depan

Subaru akan meningkatkan belanja untuk model hibrida dan bensin, serta mempertimbangkan peluncuran tipe kendaraan baru. Dari total rencana 1,5 triliun yen hingga 2030, sekitar 300 miliar yen telah digunakan, sementara 1,2 triliun yen sisanya akan ditinjau kembali. Sampai saat ini, perusahaan belum merinci rincian alokasi dana lanjutan.

Namun, rencana meluncurkan empat SUV listrik murni hasil pengembangan bersama Toyota hingga akhir 2026 tetap berjalan. Subaru juga sedang mempertimbangkan penundaan peluncuran empat model EV internal yang awalnya direncanakan pada 2028.

Tantangan Pasar dan Kinerja Keuangan

Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian pasar utama Subaru di Amerika Serikat, di mana hampir separuh penjualan berasal dari unit impor Jepang. Perusahaan juga harus menghadapi dampak kebijakan tarif dan perubahan regulasi di pasar tersebut.

Pembaruan strategi ini disampaikan bersamaan dengan laporan kinerja keuangan paruh pertama tahun fiskal yang berakhir pada 30 September 2025. Subaru mencatat pendapatan naik 5,3 persen menjadi 2,38 triliun yen dari 2,26 triliun yen pada periode sama tahun sebelumnya. Namun, laba operasional anjlok 53,8 persen menjadi 102,67 miliar yen, dari sebelumnya 221,99 miliar yen.

Laba sebelum pajak turun menjadi 129,47 miliar yen dari 220,97 miliar yen, sementara laba bersih setelah pajak sebesar 39 miliar yen tercatat 90,44 miliar yen, turun 44,6 persen dibandingkan 163,06 miliar yen pada tahun lalu. Meski demikian, Subaru mempertahankan proyeksi laba bersih untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 sebesar 160 miliar yen, turun 53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Langkah Efisiensi dan Dampak Tarif

Perusahaan memperkirakan kebijakan tarif akan berdampak negatif terhadap laba setahun penuh sebesar 210 miliar yen, dan telah memulai program efisiensi biaya senilai 200 miliar yen hingga 2030. Dengan perubahan strategi ini, Subaru berharap dapat menjaga stabilitas finansial sambil tetap berkomitmen pada pengembangan teknologi kendaraan yang ramah lingkungan.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.