TNI AD: Pengelolaan Peternakan Ayam Jadi Operasi Militer Selain Perang

by -531 Views

Rencana TNI AD dalam Pengelolaan Peternakan dan Lahan Pangan

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyatakan bahwa rencana pelibatan mereka dalam pengelolaan peternakan ayam petelur dan lahan pangan untuk memasok bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih berada pada tahap konsep. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Kolonel Inf Donny Pramono, yang menjelaskan bahwa dukungan tersebut berlandaskan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Pelibatan TNI AD dalam program pemerintah selalu berlandaskan tugas OMSP, yakni membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa, termasuk upaya mencapai kedaulatan pangan,” ujar Donny.

Donny menegaskan bahwa rencana pelibatan prajurit dalam pengelolaan peternakan ayam maupun lahan pangan untuk menyokong kebutuhan bahan baku MBG masih bersifat konsep umum. “Hingga saat ini sifatnya masih sebagai konsep umum yang akan terus dikaji bersama instansi terkait,” tambah dia.

Ia juga mengklaim bahwa komitmen TNI AD sejak awal untuk berkolaborasi dalam penyediaan kebutuhan pangan program nasional tersebut. Menurut Donny, bentuk dukungan yang diberikan nantinya akan disesuaikan dengan kewenangan dan tugas matra darat.

“Setiap dukungan diarahkan untuk membantu pemerintah memperlancar pelaksanaan program dan menjaga ketahanan serta stabilitas pangan di wilayah,” ujar Donny.

Pengembangan Satuan Pembinaan Teritorial

TNI AD, kata Donny, lebih dulu mengembangkan satuan pembinaan teritorial dengan kemampuan produksi pangan. Di tingkat komando distrik militer, terdapat Kompi Produksi yang memiliki kemampuan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, konstruksi, hingga kesehatan. Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) yang saat ini sedang dikembangkan juga diarahkan membantu pemerintah daerah dalam mendukung kemandirian pangan dan pembangunan wilayah.

Rapat Pelaksana Harian Tim Koordinasi MBG

Rencana perluasan peran TNI AD dalam produksi pangan sebelumnya dibahas dalam rapat perdana Pelaksana Harian Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta, Jumat, 7 November 2025. Dalam rapat itu, Ketua Harian Tim Koordinasi MBG Nanik Sudaryati Deyang menyebut dukungan TNI AD merupakan bagian dari kerja sama lintas kementerian dan lembaga untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan.

“Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak telah memerintahkan kodim-kodim di seluruh Indonesia beternak ayam petelur serta memanfaatkan lahan milik TNI AD guna menanam tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan,” ujar Nanik dalam keterangan resmi Badan Gizi Nasional, 8 November 2025.

Menurut Nanik, keterlibatan TNI AD menjadi penting karena program MBG berskala besar dan berpotensi menimbulkan lonjukan permintaan bahan pangan. Saat ini terdapat 14.299 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dengan sekitar 40 juta penerima manfaat, dari pelajar hingga anak balita.

Potensi Kontribusi TNI AD dalam Program MBG

Dengan jumlah penerima manfaat yang sangat besar, TNI AD diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam memastikan ketersediaan bahan baku untuk program MBG. Dengan adanya satuan-satuan produksi pangan yang sudah ada, seperti Kompi Produksi dan YTP, TNI AD memiliki potensi untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan di berbagai wilayah.

Selain itu, penggunaan lahan milik TNI AD untuk menanam tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan yang semakin meningkat. Dengan demikian, TNI AD tidak hanya bertindak sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ketahanan pangan nasional.

Dinda Shabrina berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.