Tragedi Ponpes Al Khoziny, DPR Minta Jangan Ada Santri Lagi Tewas

by -504 Views

Kecelakaan di Pondok Pesantren Al Khoziny: Pelajaran Berharga untuk Masa Depan Pendidikan

Kecelakaan yang terjadi di Pondok Pesantren Al Khoziny menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak terkait dalam memperbaiki tata kelola pembangunan di Indonesia. Kejadian ini menunjukkan bahwa keselamatan bangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab teknis, tetapi juga merupakan kewajiban moral dan sosial.

Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menyoroti pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap proyek konstruksi. Ia menilai, kecelakaan seperti ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan tragedi kemanusiaan yang harus dihindari sebanyak mungkin.

“Bangunan pendidikan adalah ruang kehidupan. Jika roboh karena kesalahan perhitungan, itu bukan sekadar masalah teknis, melainkan tragedi kemanusiaan,” ujar Sudjatmiko, Minggu (5/10/2025).

Ia menegaskan bahwa pembangunan tanpa perencanaan matang menunjukkan bahwa aspek keselamatan belum menjadi budaya dalam sektor konstruksi nasional. Menurutnya, selama pembangunan masih dilakukan hanya dengan niat baik tanpa disertai disiplin teknis, potensi terjadinya tragedi serupa akan terus berulang.

Evaluasi Menyeluruh terhadap Kegagalan Struktur Bangunan

Sudjatmiko menilai setiap kegagalan struktur bangunan harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menekankan bahwa setiap keruntuhan adalah tanda bahwa ada yang keliru dalam sistem — baik dalam regulasi, pengawasan, maupun kesadaran masyarakat.

Ia menyerukan agar pemerintah, asosiasi profesi, dan lembaga pendidikan bersama-sama menjadikan peristiwa Al Khoziny sebagai momentum perubahan nyata. Ia juga menyampaikan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar agama, tetapi juga sebagai wadah pembentukan masa depan bangsa, sehingga keselamatan para santri menjadi tanggung jawab bersama.

Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, beberapa langkah penting perlu diambil:

  • Peningkatan Kesadaran Teknis: Seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan harus memiliki pengetahuan dan kesadaran teknis yang memadai.
  • Penguatan Pengawasan: Pemerintah perlu memastikan adanya pengawasan ketat terhadap proses konstruksi, termasuk pemeriksaan berkala terhadap struktur bangunan.
  • Regulasi yang Jelas: Regulasi terkait pembangunan harus diperkuat dan diterapkan secara konsisten, termasuk dalam hal izin dan standar konstruksi.
  • Kolaborasi Lembaga Terkait: Pemerintah, asosiasi profesi, dan lembaga pendidikan perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan profesional dalam bidang konstruksi.

Tanggung Jawab Bersama untuk Keselamatan Santri

Sudjatmiko menekankan bahwa keselamatan santri adalah tanggung jawab bersama. Pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga menjadi tempat yang harus memberikan perlindungan dan keamanan bagi para santri. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan bahwa setiap bangunan yang dibangun memenuhi standar keselamatan dan kualitas.

Dengan demikian, kejadian di Pondok Pesantren Al Khoziny harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan tata kelola yang lebih baik dan kesadaran akan pentingnya keselamatan, kita dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.