Deflasi di Gorontalo pada Oktober 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo melaporkan bahwa wilayah tersebut kembali mengalami deflasi sebesar 0,14 persen pada Oktober 2025 dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini menunjukkan tren penurunan harga yang berkelanjutan selama tiga bulan berturut-turut, dimulai dari Agustus 2025.
Rilis resmi mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) disampaikan oleh Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, dalam sebuah kegiatan yang turut dihadiri oleh Asisten Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro, pada Senin (3/11/2025).
Dwi menjelaskan bahwa angka deflasi di Gorontalo lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Secara nasional, inflasi bulan ke bulan mencapai 0,28 persen, inflasi tahun ke tahun sebesar 2,86 persen, dan inflasi tahun kalender sebesar 2,10 persen.
Deflasi pada Oktober 2025 terjadi karena gabungan dua daerah penghitungan IHK, yaitu Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo. Sebelumnya, Gorontalo juga mencatat deflasi sebesar 0,73 persen pada Agustus dan 0,12 persen pada September 2025.
Perkembangan Kelompok Pengeluaran
Dari sisi kelompok pengeluaran, perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 2,81 persen. Selain itu, transportasi memberikan andil sebesar 0,12 persen terhadap inflasi umum dengan kenaikan sebesar 1,13 persen.
Terdapat 10 komoditas yang menjadi penyumbang inflasi. Emas perhiasan menjadi komoditas dengan kenaikan harga terbesar, yaitu 0,20 persen. Diikuti oleh angkutan udara dengan kenaikan sebesar 0,11 persen.
Beberapa komoditas lain seperti daun bawang, daging ayam ras, tomat, apel, sabun deterjen bubuk, sigaret putih mesin, ikan bubara, dan angkutan antar kota juga turut menyumbang kenaikan harga.
Komoditas yang Menyumbang Deflasi
Di sisi lain, beberapa komoditas menjadi penyumbang utama deflasi. Cabai rawit memberikan andil sebesar -0,15 persen, sedangkan beras memberikan andil sebesar -0,14 persen.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi dengan penurunan sebesar 1,36 persen atau memberikan andil -0,50 persen terhadap total deflasi umum,” ujar Dwi.
Data Lain yang Dirilis oleh BPS
Selain perkembangan IHK, BPS Provinsi Gorontalo juga merilis data terkait nilai tukar petani, ekspor-impor, pariwisata, transportasi, serta luas panen dan produksi padi dan jagung tahun 2025. Data ini memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi ekonomi di Gorontalo.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





