Trump Dorong Perdamaian Israel dan Hamas di Mesir

by -550 Views

Presiden AS Mendorong Kesepakatan Damai Antara Israel dan Hamas

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengajak Israel dan Hamas untuk segera mencapai kesepakatan damai. Kedua pihak akan memulai perundingan mediasi pada hari Senin (6/10/2025) di Mesir. Perundingan ini menjadi langkah penting dalam upaya menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama.

Sinyal awal dari keseriusan negosiasi akan terlihat dari sikap Hamas, apakah mereka bersedia memenuhi tuntutan Trump untuk membebaskan seluruh sandera yang tersisa—termasuk jenazah—dengan imbalan Israel melepaskan tahanan Palestina. Utusan khusus AS, Steve Witkoff, bersama menantu Trump, Jared Kushner, terbang ke Sharm el Sheikh untuk menghadiri perundingan. Delegasi Israel dipimpin oleh Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, sementara Hamas dilaporkan akan diwakili oleh Ghazi Hamad, Osama Hamdan, dan Muhamed Darwish.

Trump menyampaikan bahwa perundingan akan berlangsung beberapa hari dan menilai prosesnya berjalan sangat baik. Ia juga mengatakan, “Ini sebuah kemenangan. Ambil saja.” Sebelumnya, Trump meluncurkan rencana perdamaian 20 poin untuk mengakhiri perang. Namun, ia juga menyatakan mulai kehilangan kesabaran terhadap Hamas maupun Israel, meskipun kelompok bersenjata itu belum sepenuhnya menyetujui usulan yang mencakup perlucutan senjata total.

Axios melaporkan bahwa Trump sempat menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menyambut kesediaan Hamas membebaskan sandera. Namun, Netanyahu menyebut tawaran itu tidak berarti. Trump kemudian menegur Netanyahu karena terlalu pesimistis.

Di Gaza, militer Israel mengklaim menerapkan posisi defensif, sementara Hamas menyebut serangan udara dan artileri Israel tetap berlangsung dan menewaskan puluhan orang. Netanyahu mengatakan Israel akan kembali menurunkan pasukannya di dalam wilayah Gaza, sembari membuka opsi melucuti Hamas dengan kekuatan militer jika diperlukan.

Pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina akan dilakukan segera setelah kesepakatan tercapai, sedangkan perlucutan senjata Hamas menjadi tahap berikutnya, jelas Netanyahu. Menurut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, “Kita berada di titik terdekat menuju kesepakatan dalam waktu yang sangat lama.” Namun, dia menambahkan, pembebasan sandera hanyalah langkah awal yang relatif lebih mudah dibandingkan rekonstruksi Gaza dan penentuan pemerintahan pascaperang.

Trump menuntut gencatan senjata segera, tetapi hal itu berpotensi menghadapi hambatan politik bagi Netanyahu karena sebagian anggota kabinet garis keras menolak kompromi dengan Hamas. Lebih lanjut, Hamas belum menyetujui poin utama rencana Trump, termasuk syarat pelucutan senjata dan tidak terlibat dalam pemerintahan Gaza pascaperang.

Berdasarkan laporan Bloomberg, Hamas menangkap 250 orang sejak Oktober 2023, dengan 48 orang masih ditahan di Gaza, dan sekitar 20 diyakini masih hidup. Lebih dari 450 tentara Israel tewas saat melakukan agresi militer ke Palestina.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas melaporkan lebih dari 66.000 warga Palestina tewas sejak Oktober 2023. Serangan Israel juga memicu kelaparan di wilayah Gaza, panel PBB pun menyebut Israel melakukan genosida.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.