Usulan Perluasan Penerima MBG, PKB Ingatkan Ancaman Keracunan Masih Mengancam

by -483 Views

Isu Perluasan Penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) Diperdebatkan

Anggota Komisi IX DPR, Arzeti Bilbina, menyoroti pentingnya memperhatikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum mempertimbangkan perluasan sasaran. Menurutnya, saat ini masih banyak kasus keracunan yang terjadi, sehingga perlu penanganan lebih lanjut sebelum mengambil langkah-langkah baru.

“Kami meminta agar program yang sedang berjalan dengan sasaran peserta didik dan ibu hamil dioptimalkan terlebih dahulu. Hal ini termasuk meminimalkan potensi keracunan dan makanan basi yang sering terjadi di berbagai daerah,” ujar Arzeti dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Sabtu, 8 November 2025.

Usulan perluasan penerima MBG disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam usulan tersebut, MBG ingin diperluas untuk mencakup 100.000 lansia dan lebih dari 30.000 penyandang disabilitas. Meski tidak mempermasalahkan usulan tersebut, Arzeti menegaskan bahwa fokus utama harus tetap pada penanganan masalah keracunan dan makanan basi.

“Kasus-kasus ini harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai usulan perluasan sasaran justru menjadi fokus utama,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Menurut Arzeti, kasus keracunan telah merusak citra program pemerintahan Prabowo yang bertujuan memberikan asupan bergizi bagi anak-anak Indonesia. Ia berharap pemerintah menyelesaikan masalah MBG sebelum memperluas penerima manfaatnya.

“Kami tidak ingin lagi ada kejadian yang merugikan tidak hanya anak-anak, tetapi juga lansia dan penyandang disabilitas. Kami minta seluruh proses pengelolaan berjalan aman dan tertib,” ujarnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan MBG kepada kelompok lansia dan penyandang disabilitas. Usulan ini disampaikan dalam rapat terbatas membahas pemberdayaan penerima bansos di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 4 November 2025.

“Insya Allah, kalau nanti semuanya lancar ke depan, tahun depan akan ada juga makan bergizi gratis untuk lansia dan penyandang disabilitas,” kata Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf. Ia menjelaskan bahwa MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas merupakan transformasi dari program makan gratis sebelumnya.

Program MBG menjadi andalan Presiden Prabowo. Namun, hingga saat ini, program ini hanya menyasar siswa sekolah dan ibu hamil atau ibu menyusui. Hingga 29 Oktober 2025, tercatat sebanyak 13.514 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) telah tersebar di berbagai daerah. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa 13.514 SPPG ini tersebar di 38 provinsi, 509 kabupaten, dan 7022 kecamatan serta berpotensi melayani 39,5 juta orang.

Jaringan Pemantau Pendidikan melaporkan bahwa korban keracunan dari program MBG mencapai 16.109 orang. Angka ini terhitung sejak pertama kali MBG diluncurkan pada 6 Januari hingga 31 Oktober 2025. “Angka ini menjadikan kasus keracunan MBG sebagai tragedi pangan terbesar di sektor pendidikan tahun ini,” ujar Koordinator JPPI, Ubaid Matraji, dalam keterangan resmi pada Selasa, 4 November 2025.

Tindakan yang Diperlukan untuk Mencegah Keracunan

Dengan adanya data tersebut, pentingnya perbaikan tata kelola MBG menjadi semakin mendesak. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Peningkatan pengawasan

    Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan terhadap distribusi dan penyimpanan makanan. Hal ini bisa dilakukan melalui audit rutin dan pemeriksaan lapangan.

  • Peningkatan kesadaran masyarakat

    Edukasi kepada masyarakat, terutama para wali murid, tentang cara menyimpan dan mengonsumsi makanan secara aman sangat penting.

  • Pengembangan sistem logistik

    Sistem logistik harus diperkuat agar makanan dapat didistribusikan dengan cepat dan tepat waktu, sehingga mengurangi risiko makanan basi.

  • Kolaborasi antara lembaga pemerintah dan swasta

    Kolaborasi antara pemerintah dengan pihak swasta dapat mempercepat proses perbaikan dan inovasi dalam pengelolaan MBG.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan MBG dapat berjalan lebih efektif dan aman, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi semua penerima.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.