Rumah Uya Kuya Dijarah Saat Aksi Massa, Pukulan Berat bagi Keluarga
Rumah yang dulu menjadi tempat penuh kenangan dan kehangatan bagi keluarga Uya Kuya kini berubah menjadi tempat yang menyedihkan. Dalam video yang diunggah di media sosial, Uya menunjukkan kondisi rumahnya yang rusak parah setelah dijarah oleh massa pada akhir Agustus 2025. Banyak perabotan dan barang pribadi hilang, termasuk benda-benda milik anak-anaknya. Uya tampak sangat emosional saat melihat kondisi tersebut, bahkan tidak bisa menahan air mata.
Penjarahan Terjadi Saat Aksi Demo Besar
Peristiwa penjarahan ini terjadi bersamaan dengan aksi demo besar yang menentang besarnya tunjangan anggota DPR RI. Massa yang marah mengambil alih situasi dan menjadikan rumah Uya sebagai sasaran. Bukan hanya perabotan yang rusak, tetapi juga fasilitas rumah seperti wastafel dan pompa air. Uya mengaku merasa terpukul karena harta benda yang hilang bukan hanya miliknya, tetapi juga hasil jerih payah dari anak-anaknya yang telah mandiri sejak remaja melalui dunia hiburan dan YouTube.
Pesan Emosional Uya Kuya
Dalam rekaman video, Uya menyampaikan pesan tegas kepada massa. Ia mengatakan bahwa ia rela menjadi sasaran hujatan, tetapi tidak menerima jika keluarganya, terutama anak-anaknya, ikut dihina dan menjadi korban. Suara Uya bergetar saat ia menegaskan bahwa hasil jerih payah anak-anaknya juga dirampas dalam aksi tersebut. Ia bahkan melakukan panggilan video dengan anak-anaknya yang sedang kuliah di luar negeri. Uya menunjukkan kamar mereka yang berantakan dan mencoba menenangkan hati anak-anaknya yang menangis karena kehilangan barang-barang pribadi.
Dampak Politik terhadap Uya Kuya
Kasus penjarahan ini memberikan dampak signifikan terhadap posisi Uya Kuya sebagai anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN). Dewan Pimpinan Pusat PAN memutuskan untuk menonaktifkannya sementara dari jabatan. Meski demikian, secara hukum tidak ada istilah “nonaktif” dalam regulasi DPR, melainkan pemberhentian antarwaktu atau pemberhentian sementara sesuai UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa anggota dewan yang dinonaktifkan tidak akan menerima gaji maupun fasilitas apapun selama status tersebut berlaku.
Kondisi Rumah Pasca-Penjarahan
Berdasarkan keterangan Uya, banyak barang rumah tangga yang hilang, mulai dari wastafel hingga perlengkapan pribadi milik anak-anak. Kondisi rumah yang awalnya menjadi tempat penuh kenangan kini hancur lebur. Uya mengenang bagaimana ia membangun rumah itu bersama putrinya, Cinta Kuya, sejak lama, sehingga melihat kerusakan tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarganya.
Reaksi Publik dan Dukungan
Kasus ini menuai simpati publik. Banyak warganet yang mengirimkan dukungan kepada Uya dan keluarganya agar tetap kuat menghadapi cobaan ini. Namun, ada juga suara kritis yang menilai peristiwa ini menjadi konsekuensi dari dinamika politik yang sedang memanas. Meski dihantam masalah pribadi dan politik sekaligus, Uya menegaskan dirinya akan tetap berjuang untuk keluarganya. Ia berharap agar ke depan tidak ada lagi aksi massa yang menjadikan keluarga sebagai korban, dan meminta agar kasus penjarahan ini diusut hingga tuntas.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .






