Wakil Bupati Pasangkayu Akui Masalah Ternak Liar Masih Menantang Pemerintah Daerah

by -133 Views

Ternak Liar Masih Menjadi Masalah Serius di Pasangkayu

Masalah ternak liar yang berkeliaran di wilayah Kabupaten Pasangkayu masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah setempat. Wakil Bupati Pasangkayu, Herny Agus, mengungkapkan bahwa isu ini terus muncul dan menjadi keluhan warga sejak lama. Bahkan, masalah ini sudah beberapa kali dibahas bersama berbagai instansi seperti DPRD, Polres, dan Dandim.

Menurut Herny, penanganan ternak liar tidak mudah karena banyak pemilik hewan tidak mengakui ternak mereka meskipun Peraturan Daerah (Perda) telah diberlakukan. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam menertibkan hewan-hewan tersebut.

Kesadaran Peternak yang Rendah

Salah satu kendala utama dalam menangani ternak liar adalah rendahnya kesadaran dari para peternak. Meski Perda tentang ketertiban hewan ternak sudah ada, implementasinya masih jauh dari harapan. Pemda pernah mencoba menangkap ternak yang berkeliaran dan mengandangkan mereka, tetapi menghadapi tantangan dalam memberi makan hewan tersebut karena tidak ada pemilik yang mengakui.

Herny juga mengungkapkan bahwa pihaknya pernah mempertimbangkan tindakan ekstrem, seperti menembakkan bius untuk menertibkan hewan liar sebagai efek jera. Namun, langkah ini batal dilakukan karena tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Denda Belum Efektif

Dalam Perda tersebut, diatur denda sebesar Rp100 ribu untuk sapi dan Rp50 ribu untuk kambing yang dibiarkan berkeliaran. Namun, Herny menyatakan bahwa aturan ini belum memberikan efek jera. “Terkait dendanya sebenarnya bisa dijalankan, kalau saja pemilik ternak mengakui ternaknya,” ujarnya dengan tegas.

Pemda masih mencari solusi terbaik untuk menuntaskan persoalan ini. Mereka berharap bisa menemukan cara yang lebih efektif dan dapat diterima oleh seluruh pihak, termasuk para peternak dan warga sekitar.

Keluhan Warga Terus Berdatangan

Sebelumnya, masyarakat Pasangkayu sering mengeluhkan hewan ternak yang masuk ke pekarangan rumah, merusak tanaman, dan mencemari lingkungan akibat kotoran yang berserakan. Keberadaan ternak liar ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga membahayakan keselamatan warga.

Beberapa kecelakaan juga dilaporkan terjadi akibat ternak yang berkeliaran di jalan umum. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut tanpa adanya tindakan nyata dari pemerintah setempat.

Solusi yang Dicari

Meski masih ada tantangan, Pemda Pasangkayu tetap berkomitmen untuk mencari solusi yang tepat. Beberapa opsi sedang dipertimbangkan, termasuk meningkatkan sosialisasi Perda kepada masyarakat dan peternak, serta memperkuat kerja sama dengan berbagai instansi terkait.

Selain itu, pihak pemerintah juga berharap bisa melibatkan masyarakat dalam upaya menertibkan ternak liar. Dengan partisipasi aktif dari warga, diharapkan masalah ini bisa segera terselesaikan.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.