Wartsila Dorong Energi Terbarukan dengan Mesin Fleksibel

by -171 Views

Peran Teknologi Fleksibel dalam Transisi Energi

Dalam upaya transisi dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan, berbagai pihak mulai memperhatikan pentingnya teknologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan dan pasokan energi. Dalam acara Electricity Connect 2025, Wartsila mengadakan Energy Transition Roundtable yang melibatkan pemerintah, pelaku utilitas, akademisi, serta pemimpin industri. Diskusi ini bertujuan untuk membahas strategi dalam memperkuat ketahanan jaringan listrik seiring meningkatnya penggunaan energi terbarukan dan peningkatan kebutuhan listrik.

Pembahasan fokus pada beberapa aspek penting seperti integrasi energi terbarukan, fleksibilitas jaringan, penyelarasan kebijakan, serta kebutuhan energi yang semakin meningkat untuk mendukung ekonomi digital Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan pusat data berbasis AI yang memerlukan pasokan listrik yang stabil.

Fleksibilitas sebagai Atribut Kunci

Kari Punnonen, Energy Business Director, Australasia, Wartsila Energy, menyatakan bahwa fleksibilitas menjadi atribut paling krusial dalam sistem tenaga listrik modern. “Teknologi fleksibel seperti mesin diperlukan untuk memungkinkan peningkatan penggunaan energi terbarukan tanpa mengorbankan keandalan,” ujarnya.

Mesin Wartsila memiliki kemampuan untuk menyala dan mencapai beban penuh dalam waktu kurang dari dua menit. Selain itu, mesin ini dirancang untuk masa depan dengan kemampuan beroperasi menggunakan bahan bakar berkelanjutan seperti hidrogen. Hal ini menjadikannya solusi yang ideal untuk mendukung transisi energi yang berkelanjutan.

Tantangan Integrasi Energi Terbarukan

Peningkatan kapasitas tenaga surya dan angin di Indonesia merupakan langkah penting menuju target nol emisi. Namun, perkembangan ini juga membawa tantangan baru. Energi terbarukan memiliki sifat intermiten—tidak selalu menghasilkan listrik sepanjang waktu—sehingga dapat membuat jaringan rentan terhadap fluktuasi dan berpotensi menyebabkan pemadaman atau gangguan pasokan listrik.

Pembangkit listrik berbasis mesin Wartsila mengatasi tantangan ini dengan menyediakan respons frekuensi yang sangat cepat. Mereka mampu aktif dalam hitungan detik untuk memulihkan keseimbangan jaringan ketika output energi terbarukan menurun.

Studi Kasus Pembangkit Listrik di Lombok

Salah satu contoh nyata adalah pembangkit listrik mesin berkapasitas 135 MW di Pulau Lombok yang memasok hampir 60% dari total kebutuhan listrik pulau tersebut. Setengah dari kapasitas mesin beroperasi sebagai pembangkit beban dasar, sementara sisanya berfungsi dalam mode penyeimbang, menyediakan pengendalian frekuensi ketika terjadi gangguan pada jaringan.

Fleksibilitas operasional ini memungkinkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 20 MW di Lombok beroperasi secara andal tanpa penyimpanan energi berbasis baterai. Studi kasus ini menunjukkan bagaimana teknologi mesin yang responsif dapat mendorong pertumbuhan energi terbarukan sekaligus menjaga stabilitas sistem.

Solusi yang Efektif dan Berkelanjutan

Febron Siregar, Sales Director, Wartsila Energy, menyampaikan bahwa Lombok membuktikan bahwa Indonesia dapat menyeimbangkan energi terbarukan sekaligus menjaga keandalan jaringan tanpa harus melakukan investasi berlebihan pada penyimpanan energi atau spinning reserve. “Teknologi mesin kami mampu merespons fluktuasi secara cepat dan menstabilkan jaringan dalam hitungan detik,” ujarnya.

Fabby Tumiwa, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), menyoroti pentingnya fleksibilitas dan keandalan dalam strategi energi nasional. “Untuk mempercepat integrasi energi terbarukan, Indonesia sangat membutuhkan solusi pembangkit yang dapat naik-turun daya dengan cepat, menstabilkan jaringan, dan memastikan keandalan di sistem kepulauan kita yang beragam,” katanya.

Dr. Ir. Kevin Marojahan Banjar Nahor, S.T., M.T., dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, menambahkan: “Pendekatan Wartsila mencerminkan kebutuhan Indonesia pada tahap transisi energi saat ini. Untuk meningkatkan kapasitas tenaga surya dan angin secara nasional, fleksibilitas jaringan bukan lagi pilihan—tetapi menjadi kebutuhan mendasar. Solusi yang mampu merespons dalam hitungan detik, seperti teknologi mesin Wartsila yang terbukti di Lombok, memastikan bahwa energi terbarukan yang bersifat intermiten dapat diintegrasikan tanpa mengorbankan keandalan sistem.”

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.