14.000 Ton Beras dan 2,4 Juta Liter Minyak Goreng Dikirim ke Aceh, Tapi Jalur Distribusi Masih Terputus

by -230 Views

Ketersediaan Beras untuk Daerah Bencana Aceh

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyiapkan sebanyak 14 ribu ton beras yang akan disalurkan ke daerah bencana di Aceh. Namun, proses distribusi tidak berjalan mudah. Masih banyak akses jalan yang terputus akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November lalu.

Stok beras tersebut dipaparkan oleh Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, dalam rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Rabu (3/12). Menurut Andriko, total ketersediaan beras untuk Aceh saat ini mencapai 14.721,29 ton. Termasuk bantuan pangan dua bulan (Oktober–November) yang disalurkan sekaligus sebanyak 12.495,12 ton, serta tambahan minyak goreng sebanyak 2.449.024 liter.

Sesuai instruksi Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, seluruh stok harus segera disalurkan. “Di Aceh baru terealisasi 24 persen karena ada hambatan distribusi. Mudah-mudahan kendala ini bisa kita selesaikan sehingga seluruh bantuan bisa diterima. Target penerimanya mengacu pada data titik sebar dari Kementerian Sosial,” ujarnya.

Alokasi Bantuan dan Persiapan Tambahan

Andriko menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyetujui usulan bantuan sebesar 1.797,88 ton, yang akan ditambah hingga mencapai 3.000 ton. “Jadi perintahnya Pak Menteri jika dibutuhkan, diusulkan lagi Pak. Baik melalui Bupati atau Gubernur,” terangnya.

Ia menerangkan, untuk setiap tiga titik wilayah dialokasikan sekitar 10.000 ton. Dengan alokasi 3.000 ton saat ini, masih ada sekitar 7.000 ton yang dapat digunakan untuk kebutuhan tanggap darurat selama 14 hari. Jika jumlah tersebut masih belum mencukupi, pemerintah memperbolehkan pengajuan tambahan secara bertahap.

Cadangan Pangan Pemerintah Aceh

Selain itu, Aceh juga memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Aceh (CPP) sebanyak 187,10 ton, ditambah cadangan kabupaten/kota sebesar 241,19 ton, sehingga totalnya sekitar 428 ton. Beras sebanyak itu disimpan di Bulog.

“Realisasinya saat ini baru sekitar 20 ton, sehingga belum bisa didorong lebih jauh. Cadangan pangan pemerintah daerah itu sebenarnya berupa barang yang dititipkan pemprov dan pemkab di Bulog, dan bisa diminta sewaktu-waktu, tidak hanya untuk bencana,” ujar Andriko.

Proses Penyaluran dan Tantangan Distribusi

Ia juga mendorong agar alokasi 1.797,88 ton untuk bencana alam yang telah disetujui diharapkan dapat direalisasikan. Menurut dia, mekanisme penyaluran akan dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari Gubernur Aceh, kemudian didistribusikan melalui BPBA hingga BPBD kabupaten/kota.

”Intinya harus ada penugasan agar prosesnya cepat. Kami juga sudah mengonfirmasi ke direktur operasional supaya seluruh jajaran Bulog dalam posisi siaga. Hambatannya saat ini memang pada akses distribusi,” kata dia.

Donasi dan Bantuan Non-Beras

Andriko juga melaporkan bahwa Kementerian Pertanian dan Bapanas telah mengumpulkan donasi sekitar Rp 80 miliar yang akan dikirimkan ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara untuk mendukung penanganan bencana. “Informasinya mulai Kamis bantuan non-beras akan dikirim melalui laut dari Lhokseumawe. Karena beras tetap dari Bulog. Sesuai arahan Presiden, jangan ada hambatan terkait pangan karena ini kebutuhan paling mendesak,” ujarnya.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.