Peran Perempuan Adat Terancam: MRP Minta Pemprov Papua Tengah Beri Ruang Ekonomi Rakyat

by -196 Views

Sosialisasi Peran Perempuan Adat dalam Pembangunan

Aliansi Perempuan Nabire (APN) baru-baru ini menggelar sosialisasi tentang peran perempuan adat sebagai agen perubahan dalam pembangunan. Acara ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam perekonomian dan budaya lokal.

Dalam acara tersebut, Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Mirna Anembora, menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan. Namun, ia juga menyampaikan tantangan besar yang dihadapi perempuan, yaitu kurangnya ruang yang diberikan oleh pemerintah.

“Otsus tidak berjalan bagi perempuan bila mereka tidak diberikan ruang dalam pembangunan,” ujar Mirna dalam pertemuan APN, Sabtu (6/12/2025). Ia menambahkan bahwa MRP telah mendorong agar perempuan adat mendapatkan ruang yang jelas dalam ekonomi kerakyatan. “Usulan tersebut kini sudah masuk dalam pembahasan peraturan daerah dan tinggal menunggu penetapan,” tambahnya.

Ketua APN, Oktavia, menjelaskan bahwa perempuan merupakan pilar penting dalam menggerakkan perekonomian lokal melalui aktivitas pasar, pertanian, dan perikanan. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memperkuat pemahaman dan keterlibatan mama-mama Papua dalam pembangunan berkelanjutan.

Mirna juga menekankan pentingnya perempuan dalam melestarikan budaya, seperti kuliner lokal dan anyaman noken, yang kini mulai hilang. “Kami meminta memperhatikan sektor kesehatan, terutama penanganan stunting dan gizi ibu hamil,” tegasnya.

Selain itu, Ketua Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah, Adriana Sahempa, menambahkan bahwa pihaknya siap menjadi mitra pemerintah. Ia mengajak semua perempuan di Nabire untuk terus mengembangkan potensi dan menjadi agen perubahan yang kuat.

Poin-Poin Penting dari Sosialisasi

  • Peran Perempuan dalam Pembangunan

    Perempuan adat memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam pembangunan. Mereka tidak hanya menjadi pelaku utama dalam perekonomian lokal, tetapi juga pengawas budaya dan tradisi yang perlu dilestarikan.

  • Tantangan yang Dihadapi Perempuan

    Meskipun perempuan memiliki kontribusi signifikan, mereka masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal akses dan ruang dalam pembangunan. Kebijakan seperti Otsus harus lebih memperhatikan peran perempuan.

  • Pentingnya Budaya Lokal

    Perempuan juga berperan dalam melestarikan budaya lokal, termasuk dalam bidang kuliner dan seni anyaman seperti noken. Kehilangan budaya ini bisa berdampak pada identitas dan keberlanjutan komunitas.

  • Peran dalam Kesehatan

    Perempuan juga memainkan peran penting dalam sektor kesehatan, terutama dalam penanganan masalah seperti stunting dan gizi ibu hamil. Ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya terlibat dalam ekonomi, tetapi juga dalam aspek kesehatan masyarakat.

  • Kolaborasi dengan Pemerintah

    Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra pemerintah. Kolaborasi ini dapat membantu memperkuat partisipasi perempuan dalam berbagai aspek pembangunan.

Kesimpulan

Sosialisasi yang digelar Aliansi Perempuan Nabire menunjukkan pentingnya peran perempuan adat dalam pembangunan. Dengan partisipasi aktif dan dukungan dari pemerintah, perempuan dapat menjadi agen perubahan yang kuat dan berkontribusi dalam perekonomian serta pelestarian budaya. Diperlukan langkah-langkah konkret untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.