Sekolah di Tapanuli Tengah Terdampak Banjir dan Longsor
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat bahwa sebanyak 368 sekolah tingkat Paud, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Selasa (25/11/2025) lalu. Kejadian ini menimpa beberapa kecamatan di wilayah tersebut, termasuk Kecamatan Tukka, Badiri, dan Pandan.
Pantauan yang dilakukan oleh Tribun Medan menunjukkan bahwa hampir seluruh sekolah di Kecamatan Tukka terdampak. Beberapa SD di kawasan ini dipenuhi lumpur dengan ketinggian yang masih cukup tinggi. Selain itu, beberapa sekolah juga mengalami kerusakan parah karena tertimpa longsoran tanah dari lereng sekitar.
Di Kecamatan Badiri, kondisi sekolah tidak jauh berbeda. Banyak sekolah yang terendam air, rusak parah, dan bahkan tidak dapat digunakan lagi. Semua SD Negeri yang dilihat oleh tim Tribun Medan mengalami dampak serupa.
Sementara itu, di Kecamatan Pandan, satu SD Negeri di Jalan Perdagangan mengalami kerusakan akibat banjir. Selain itu, satu SMP Negeri di Kelurahan Sibuluan Indah juga mengalami kerusakan parah di bagian belakang gedungnya akibat longsoran tanah.
SMPN 2 Pandan Nauli Indah yang berada di Kecamatan Pandan mengalami kerusakan pada lima kelas dan satu laboratorium. Akibatnya, siswa-siswinya harus mengikuti pembelajaran secara daring hingga kondisi bangunan kembali membaik.
Menanggapi situasi ini, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Tapteng, Johannes Simanjuntak, menyatakan bahwa sebanyak 368 sekolah mengalami kerusakan berat. Ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut terdiri dari 126 Paud, 192 SD, dan 50 SMP. Data ini masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
“Kita terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan data yang akurat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemetaan fasilitas pendidikan sedang dilakukan, mulai dari kerusakan ringan hingga berat. Namun, mayoritas sekolah yang rusak adalah SD.
Johannes juga menyebutkan bahwa beberapa gedung sekolah sudah tidak dapat digunakan lagi. “Beberapa di antaranya harus direlokasi karena kondisi bangunan tidak memungkinkan untuk digunakan,” tambahnya.
Upaya Pembelajaran dan Trauma Healing
Dalam menghadapi kondisi darurat ini, Dinas Pendidikan melakukan berbagai upaya untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan. Untuk sekolah yang tidak terdampak, pembelajaran dilakukan secara luring tanpa memberikan tugas PR.
Namun, bagi sekolah yang mengalami kerusakan, Dinas Pendidikan menyelenggarakan kegiatan trauma healing untuk para peserta didik. Kegiatan ini dilakukan di pengungsian dan tenda sekolah darurat yang saat ini sudah mulai dipasang di Posko Pengungsian Simpang Sipange-Hutanabolon.
Johannes menjelaskan bahwa ada beberapa titik posko tenda sekolah darurat. Pembelajaran akan dilakukan di sini sementara waktu. Di Kecamatan Tukka, dua tenda telah dipasang di SMA 1 Tukka. Di Kecamatan Pandan, satu tenda disiapkan di Katolik Center. Sementara itu, di Kecamatan Badiri, sekolah darurat diadakan di Aula Kantor Camat dan Lapangan Bola Kebun Pisang.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





