AIM ASEAN, Program Ambisius Membangkitkan 100 Ribu UMKM Asia Tenggara dengan AI

by -418 Views

Program AIM ASEAN: Mendorong Pengembangan UMKM dengan Teknologi AI

Di tengah perkembangan pesat teknologi digital, khususnya artificial intelligence (AI), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di pasar regional. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, berbagai inisiatif telah diluncurkan guna membantu UMKM menghadapi tantangan era digital.

Salah satu program yang saat ini sedang digelar adalah AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN). Program ini bertujuan memberikan pelatihan AI kepada 100.000 pelaku UMKM di kawasan Asia Tenggara. Dengan kolaborasi dari sembilan organisasi dari negara-negara ASEAN, program ini dirancang agar bisa menjawab tantangan nyata yang dihadapi oleh pelaku usaha kecil dan menengah.

Pelatihan AIM ASEAN Disesuaikan dengan Konteks Lokal

Menurut Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, pelatihan AIM ASEAN disusun dengan pendekatan praktis dan sesuai dengan konteks masing-masing negara peserta. Hal ini dimaksudkan agar para pelaku UMKM dapat langsung menerapkan AI dalam operasional harian mereka. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor UMKM di kawasan.

Selain pelatihan, program ini juga akan menyelenggarakan forum nasional dan regional yang melibatkan pembuat kebijakan dan para pakar. Forum ini bertujuan untuk membangun ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM berbasis AI.

Program ini didukung oleh beberapa lembaga seperti Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), Google.org, dan Asian Development Bank (ADB). Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat sektor UMKM di Asia Tenggara.

Persiapan UMKM Menghadapi Era Digital

Srisangnam optimistis bahwa AIM ASEAN menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan UMKM menghadapi era digital. Program ini juga sejalan dengan visi besar ASEAN Vision 2045, yaitu menciptakan ekonomi regional yang tangguh, inklusif, dan berorientasi masa depan.

“Memfasilitasi UMKM dalam memanfaatkan AI bukan hanya tentang peningkatan efisiensi, tapi juga untuk mendorong kesejahteraan jangka panjang di Asia Tenggara,” ujar Srisangnam.

CEO AVPN, Naina Subberwal Batra, menambahkan bahwa transformasi tenaga kerja di era AI adalah tanggung jawab bersama. Ia menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah, dunia usaha, serta organisasi berbasis dampak dalam memastikan setiap pekerja termasuk dari kalangan UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital.

Daftar Sembilan Organisasi yang Terlibat dalam AIM ASEAN

AIM ASEAN berlangsung selama dua tahun dan merupakan bagian dari AI Opportunity Fund: Asia-Pacific Phase 2. Program ini juga mendapat dukungan resmi dari ASEAN Coordinating Committee on MSMEs (ACCMSME) sebagai bagian dari strategi ASEAN untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil.

Berikut ini daftar sembilan organisasi lokal dari negara anggota ASEAN yang terlibat dalam program AIM ASEAN:

  • Brunei Darussalam: Big BWN Project
  • Thailand, Vietnam, Kamboja: Kenan Foundation Asia
  • Indonesia: KUMPUL Impact dan Kaizen Collaborative Impact
  • Laos: XM Technovator (XMT)
  • Malaysia: Universiti Teknologi PETRONAS – ASEAN Student Association (UTP-ASA)
  • Myanmar: SMEHub Asia
  • Filipina: Limitless Lab
  • Singapura: Project Asia Data

Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM di kawasan Asia Tenggara dapat lebih terhubung dan inklusif, sejalan dengan tujuan ASEAN Vision 2045. Selain itu, pelatihan AI yang diberikan diharapkan mampu memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah untuk tetap kompetitif di era digital.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.