Perasaan Antony Terhadap Manchester United
Mantan pemain sayap Manchester United, Antony, mengungkapkan perasaannya terkait perlakuan yang diterimanya dari klub lamanya. Ia merasa kurang dihormati setelah dibekukan dari rencana pelatih baru, Ruben Amorim.
Pemain asal Brasil itu menilai bahwa perlakuan yang diterimanya di Old Trafford terbilang kasar dan tidak manusiawi. Selama masa sulit tersebut, ia tidak mendapatkan komunikasi hangat dari pihak klub. Antony mengatakan, ia terpaksa berlatih terpisah dari skuad utama dan tidak diikutsertakan dalam tur pramusim Manchester United.
Keputusan tersebut diambil setelah Amorim menilai sang pemain tidak lagi menjadi bagian dari proyek tim. Situasi ini membuat Antony memutuskan untuk meninggalkan klub dan kembali ke Real Betis pada musim panas lalu.
Kekecewaan Antony Terhadap Manajemen United
Antony mengungkapkan kekecewaannya terhadap perlakuan yang ia terima dari manajemen United. Ia menyebut tidak ada satu pun orang di klub yang menyapanya atau memberikan dukungan di masa sulitnya. Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan kurangnya rasa hormat dari lingkungan yang seharusnya profesional.
“Bagi saya, tidak ada sapaan seperti selamat pagi atau selamat malam, seolah saya tidak dianggap ada,” ujar Antony.
Antony juga menambahkan bahwa dirinya bukan tipe orang yang mencari kontroversi atau ingin menyalahkan individu tertentu. Namun, ia menilai pengalaman itu menjadi bukti bagaimana komunikasi di dalam klub bisa berjalan dingin dan tidak bersahabat.
Fokus Pada Karier Baru di Real Betis
Pemain berusia 25 tahun itu menegaskan bahwa ia telah meninggalkan masa lalunya di Manchester dan kini fokus pada karier barunya di Real Betis. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah menemukan kembali kebahagiaan dan kepercayaan diri di lapangan.
Antony juga menilai lingkungan Betis jauh lebih mendukung dibandingkan situasi yang ia alami di Inggris. Ia berharap bisa membuktikan bahwa dirinya masih memiliki potensi besar sebagai pemain top.
Kariernya di Manchester United
Antony bergabung dengan Manchester United pada 2022 dengan nilai transfer fantastis sebesar 95 juta euro dari Ajax Amsterdam. Namun, ekspektasi tinggi terhadapnya tidak terwujud karena performanya menurun drastis setelah musim pertama.
Dari 96 penampilan di semua kompetisi, ia hanya mampu mencetak 12 gol dan delapan di antaranya datang pada musim debutnya. Meski mengakui dirinya juga memiliki tanggung jawab atas kegagalan di United, Antony menegaskan bahwa faktor di luar lapangan turut memengaruhi performanya.
Ia menyebut tekanan mental dan kurangnya dukungan internal membuatnya sulit berkembang. Kini, Antony bertekad memulai lembaran baru di Betis dan membuktikan bahwa dirinya masih memiliki potensi besar sebagai pemain top.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .






