AS dan Prancis Perkuat Operasi Satelit Militer untuk Tangkal Pengaruh Tiongkok di Luar Angkasa

by -1125 Views

Kerja Sama Militer di Luar Angkasa Antara AS dan Prancis

Amerika Serikat (AS) dan Prancis telah merencanakan operasi kedua yang melibatkan manuver satelit militer secara terkoordinasi di orbit Bumi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemampuan intelijen sekutu Barat, khususnya dalam menghadapi ekspansi militer Tiongkok di luar angkasa.

Operasi tersebut akan menjadi misi ketiga yang dilakukan oleh Pentagon bersama sekutu di luar angkasa, setelah sebelumnya melakukan manuver dengan Prancis pada akhir tahun lalu serta latihan bersama dengan Inggris awal bulan September ini. Dalam pernyataannya, Letnan Jenderal Douglas Schiess, komandan komponen Angkatan Luar Angkasa AS, menyatakan bahwa pihaknya sedang merencanakan kerja sama dengan Prancis saat ini. Ia juga menambahkan bahwa langkah serupa dengan negara lain mungkin akan menyusul.

Persaingan di luar angkasa semakin memanas karena meningkatnya jumlah satelit yang sangat penting bagi komunikasi, peringatan rudal, serta intelijen medan perang. Tiongkok, Rusia, dan AS telah menguji senjata anti-satelit serta meluncurkan wahana antariksa manuver, sehingga menimbulkan kekhawatiran serangan yang dapat mengganggu navigasi GPS maupun jalur komunikasi vital di Bumi.

Di sisi lain, Prancis sebagai negara dengan belanja ruang angkasa terbesar di Eropa memandang kerja sama ini sebagai bentuk solidaritas strategis. Komando Antariksa Prancis dalam pernyataan resminya menyebut tujuan latihan bersama dengan AS adalah “memperkuat kerja sama, belajar mengoordinasikan aksi, serta menunjukkan solidaritas strategis.” Hal senada disampaikan oleh Komandan Komando Antariksa Prancis, Mayor Jenderal Vincent Chusseau, yang menyatakan bahwa mereka menganggapnya sebagai sebuah keberhasilan meski enggan memerinci lebih lanjut terkait detail operasi pertama tersebut.

Dalam misi perdana, satu satelit militer AS dan satu satelit Prancis melakukan operasi “rendezvous and proximity”, yakni manuver satelit untuk saling mendekat dan berada dalam jarak dekat guna menguji kemampuan pengendalian orbit. Operasi ini dilakukan dengan mendekati sebuah satelit milik “kompetitor strategis”. Komandan Komando Luar Angkasa AS, Jenderal Stephen Whiting, mengungkapkan hal itu pada April lalu, meski pihak AS tidak merinci identitas satelit ketiga yang terlibat.

Adapun latihan kedua bersama Inggris berlangsung pada 4–12 September, ketika satelit AS bermanuver mendekati satelit komunikasi militer Inggris SKYNET 5A di orbit geostasioner, sekitar 36.000 kilometer dari Bumi. Kepala Komando Antariksa Inggris, Mayor Jenderal Paul Tedman, mengatakan bahwa operasi ini merupakan yang pertama bagi unit mereka dan menandai peningkatan signifikan dalam kemampuan operasional.

Pejabat militer Barat, termasuk dari AS, Eropa, dan Kanada, terus memperingatkan meningkatnya ancaman terhadap satelit, baik yang bersifat militer maupun komersial. Jaringan satelit swasta seperti Starlink milik SpaceX, yang digunakan ratusan juta orang di seluruh dunia, juga masuk dalam potensi target konflik. Dengan adanya peningkatan aktivitas di luar angkasa, kolaborasi antar negara-negara Barat semakin menjadi fokus utama dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah luar angkasa.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.