Banyuwangi Siapkan Dana Abadi, Dapat Persetujuan Mendagri Tito

by -887 Views

Dukungan Menteri Dalam Negeri untuk Dana Abadi Daerah Banyuwangi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali mendapatkan dukungan kuat dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, terkait upaya pembentukan Dana Abadi Daerah (DAD). Inisiatif ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan pembangunan daerah dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Tito saat menerima Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Kompleks Widyacandra, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025). Dalam kesempatan itu, Tito menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung inisiatif Banyuwangi dalam menyusun DAD. Menurutnya, dana ini bisa menjadi buffer zone atau bumper yang melindungi pembangunan daerah dari fluktuasi anggaran.

“Kami sangat mendukung upaya Banyuwangi untuk menyusun Dana Abadi Daerah. Hal ini bisa menjadi buffer zone atau bumper bagi pembangunan daerah,” ujar Tito dalam rilis pers yang diterima beberapa sumber informasi.

Tito juga menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak dalam proses penyusunan DAD, termasuk aparat penegak hukum (APH). Ia menyarankan agar kejaksaan dilibatkan untuk memberikan perspektif hukum agar penyusunan DAD sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Misalnya, libatkan kejaksaan untuk memberikan perspektif hukum sehingga penyusunan DAD ini dapat sesuai aturan,” tambah Tito, yang didampingi Plh Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan.

Selain itu, Tito mengapresiasi langkah inovatif Pemkab Banyuwangi yang dinilai mampu menjadi contoh bagi kabupaten lain di Indonesia. Ia menilai bahwa Banyuwangi tidak pernah kehabisan energi untuk berinovasi.

“Banyuwangi adalah salah satu role model bagi kabupaten di Indonesia. Daerah ini tidak pernah kehabisan energi untuk berinovasi,” puji Tito.

Rencana Pembentukan Dana Abadi Daerah

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa rencana pembentukan Dana Abadi Daerah bertujuan untuk memastikan pembangunan daerah tetap berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa Pemkab Banyuwangi telah berkonsultasi langsung dengan Menteri terkait penerapan dana abadi bagi pembangunan Banyuwangi.

Ipuk menghadiri pertemuan tersebut bersama Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, serta sejumlah kepala dinas terkait. Ia menjelaskan bahwa Dana Abadi akan berasal dari hasil penjualan saham Pemkab Banyuwangi di tambang emas Tumpang Pitu yang dikelola oleh PT Bumi Sukses Indo (BSI).

“Jadi, uang hasil penjualan tidak langsung dihabiskan. Penambahan nilai dari hasil Dana Abadi itulah yang akan digunakan sebagai stimulus pembangunan daerah,” jelas Ipuk.

Manfaat Dana Abadi Daerah

Dengan adanya Dana Abadi Daerah, Banyuwangi berharap dapat memiliki sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Dana ini akan menjadi modal awal untuk berbagai proyek pembangunan yang berdampak besar bagi masyarakat.

Selain itu, Dana Abadi Daerah juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Dengan pengelolaan yang baik, dana ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang tidak bergantung sepenuhnya pada APBD.

Proses penyusunan DAD juga akan melibatkan berbagai stakeholder, termasuk lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha. Hal ini dimaksudkan agar semua pihak terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan dana.

Dengan dukungan penuh dari Menteri Dalam Negeri dan komitmen tinggi dari Pemkab Banyuwangi, Dana Abadi Daerah diharapkan menjadi salah satu bentuk inovasi yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.