BMKG: 70% Peluang La Nina Menghiasi Indonesia

by -1164 Views

Prediksi BMKG: Peluang La Nina di Indonesia Capai 50-70 Persen

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait kemungkinan terjadinya fenomena La Nina di Indonesia. Berdasarkan prediksi BMKG, peluang terjadinya La Nina mencapai 50 hingga 70 persen selama periode Oktober 2025 hingga Januari 2026. Namun, kondisi ini diperkirakan hanya berada pada kategori lemah, sehingga dampaknya terhadap pola iklim nasional relatif terbatas.

Koordinator Pusat Layanan Iklim BMKG, Supari, menjelaskan bahwa pendinginan suhu muka laut di wilayah Pasifik tengah–timur, yang menjadi indikator utama La Nina, tidak akan terlalu signifikan. Dengan demikian, jika kondisi ini benar-benar terjadi, La Nina yang terbentuk akan termasuk kategori lemah. Hal ini berarti dampaknya tidak sebesar La Nina yang sedang atau kuat.

Supari menambahkan bahwa pada kondisi La Nina lemah, perubahan sirkulasi atmosfer seperti penguatan angin pasat dan peningkatan konveksi di wilayah barat Pasifik memang masih mungkin terjadi. Namun, intensitasnya tidak cukup kuat untuk menimbulkan anomali curah hujan ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia. Secara umum, La Nina lemah tidak memberikan peningkatan curah hujan yang besar di Indonesia. Pengaruhnya lebih terbatas dan bersifat lokal.

Suhu Muka Laut yang Hangat di Wilayah Indonesia

Selain itu, Waspada Bencana BMKG mencatat bahwa suhu muka laut (SST) di perairan Indonesia saat ini terpantau dalam kondisi hangat. Kondisi ini diperkirakan tetap berlanjut dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan aktivitas konvektif di atmosfer.

Supari menyebutkan bahwa suhu laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia berpotensi meningkatkan curah hujan hingga 150 persen dari normalnya. Peningkatan curah hujan ini diperkirakan terjadi terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian tengah dan selatan, serta Sulawesi.

Peringatan BMKG Terkait Potensi Bencana

Meski La Nina diprediksi bersifat lemah, BMKG tetap mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan curah hujan yang bisa memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan. Hal ini terutama berlaku untuk wilayah dengan topografi curam dan sistem drainase yang kurang baik.

Supari menegaskan bahwa meskipun La Nina yang diprediksi bersifat lemah, kondisi suhu laut hangat di Indonesia dapat memperkuat potensi hujan lebat di beberapa daerah. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan ikuti informasi resmi dari BMKG.

Upaya BMKG dalam Memantau Perubahan Iklim

BMKG akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan informasi iklim secara berkala. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi dinamika atmosfer yang terus berubah. Dengan begitu, masyarakat dan pemerintah dapat mengambil langkah-langkah preventif guna mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.