Dinas Kesehatan Gorontalo Peringatkan Puskemas Sipatana

by -250 Views

Penanganan Ambulans yang Tidak Memadai Menyebabkan Kematian Seorang Warga

Dinas Kesehatan Kota Gorontalo akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait insiden lambannya layanan ambulans di Puskesmas Sipatana. Insiden ini berdampak fatal, karena nyawa Havid S Duto tidak dapat diselamatkan akibat ketidaktepatan dalam pengiriman pasien ke rumah sakit.

Kasus ini memicu sorotan publik setelah Havid meninggal pada Senin 17 November 2025. Saat itu, keluarga berusaha membawanya ke Rumah Sakit Aloei Saboe menggunakan mobil taksi karena ambulans yang seharusnya digunakan tidak kunjung tiba.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Mohammad Kasim, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan teguran lisan kepada Kepala Puskesmas Sipatana, Rita Bambang. Ia menegaskan bahwa proses klarifikasi akan dilakukan setelah kembali dari kegiatan luar daerah.

Tindakan yang Dilakukan oleh Dinas Kesehatan

Mohammad Kasim menyatakan bahwa seluruh pihak terkait akan dipanggil untuk diberikan kesempatan memberikan keterangan mengenai kasus ini. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses investigasi terhadap dugaan kelalaian penanganan fasilitas ambulans.

Menurut informasi yang diperoleh, Havid awalnya ingin dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Namun, kendaraan tersebut tidak bisa tiba tepat waktu. Akibatnya, keluarga hanya bisa menggunakan mobil taksi untuk membawanya ke RS. Mobil yang digunakan harus melewati kemacetan dengan klakson seadanya.

Risnawati Duto, sepupu korban, menyampaikan penyesalan atas ketidaktepatan ambulans. Ia menyebut bahwa sopir ambulans justru lebih mementingkan pertandingan olahraga Voli daripada membawa pasien ke rumah sakit.

Penjelasan dari Kepala Puskesmas Sipatana

Kepala Puskesmas Sipatana, Rita Bambang, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa dalam waktu yang sama, pihaknya sedang menjadi peserta olahraga dalam rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN). Ia mengakui bahwa pihak keluarga sempat meminta bantuan ambulans.

Namun, menurut Rita, tidak ada sopir yang tersedia untuk mengemudikan mobil tersebut. “Bukannya tidak memberikan, tapi drivernya lagi main Voli,” ujarnya.

Ia juga menyesalkan jika pasien tidak dibawa ke Puskesmas Sipatana terlebih dahulu. Menurutnya, meskipun jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi UGD Puskesmas memiliki fasilitas seperti oksigen dan infus yang bisa digunakan sementara.

Penolakan Isu Penolakan Penggunaan Ambulans

Rita menepis isu bahwa pihaknya tidak meminjamkan mobil ambulans dengan driver dari masyarakat. Menurutnya, ia sebenarnya bersedia memberikan bantuan. Namun, telepon yang masuk terputus karena ada panggilan lain yang masuk.

“Ketika saya ingin mengizinkan, tiba-tiba telepon putus,” katanya.

Reaksi Keluarga dan Masyarakat

Meski keluarga Havid percaya bahwa ajal sudah diatur Tuhan, mereka masih merasa tidak puas dengan cara penanganan yang dilakukan. Mereka menduga adanya kelalaian dari tenaga kesehatan yang seharusnya bisa menangani situasi kritis dengan lebih baik.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi lembaga kesehatan dan instansi terkait agar lebih waspada dalam menangani situasi darurat. Kecepatan dan kehandalan layanan ambulans sangat penting dalam penyelamatan nyawa pasien.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.