Dolar Melemah, Rupiah Naik Perlahan?

by -1541 Views

Pelemahan Dolar AS dan Pengaruhnya terhadap Rupiah

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan pada hari Kamis (2/10/2025), setelah data ketenagakerjaan yang kurang memuaskan. Menurut informasi dari Trading Economics, indeks dolar AS (DXY) turun sebesar 0,12% secara harian menjadi 97,586 pada pukul 17.10 WIB.

Sutopo Widodo, Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, menjelaskan bahwa pelemahan dolar AS saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk situasi politik dan data ekonomi yang tidak sesuai harapan pasar. Salah satu faktor utama adalah penutupan pemerintah AS, yang terjadi untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Penutupan ini mencerminkan disfungsi politik dan menyebabkan penundaan rilis data ekonomi penting.

“Penutupan pemerintah menunjukkan ketidakstabilan di tingkat politik dan mengganggu proses pengumpulan data ekonomi,” ujarnya kepada 1NEWS.ID.

Selain itu, isu independensi Federal Reserve (The Fed) juga turut memengaruhi sentimen pasar. Upaya Presiden Trump untuk memecat Gubernur Lisa Cook menciptakan ketidakpastian. Meskipun penjadwalan sidang Mahkamah Agung telah sedikit meredakan kecemasan, ketidakpastian tetap ada.

Perkembangan Ke depan

Masa depan pergerakan dolar AS hingga akhir tahun akan sangat bergantung pada resolusi berbagai isu yang sedang berlangsung. Pasar akan fokus pada kemungkinan kelanjutan penutupan pemerintah dan dampaknya terhadap data ekonomi yang tertunda, khususnya laporan Non-Farm Payrolls (NFP).

“Kejelasan tentang masa depan kebijakan moneter The Fed sangat penting,” kata Sutopo. Jika The Fed memberikan sinyal jeda atau pemangkasan suku bunga lebih awal karena data ekonomi yang melemah, dolar AS akan semakin tertekan. Sebaliknya, jika pemerintah cepat mencapai kesepakatan pendanaan dan data ekonomi lebih kuat dari perkiraan, dolar AS bisa mengalami rebound.

Dalam konteks global, dolar AS sering kali dianggap sebagai aset safe-haven. Oleh karena itu, kondisi risiko global dapat memengaruhi pergerakannya.

Dampak terhadap Rupiah

Secara teori, pelemahan dolar AS cenderung memperkuat rupiah dalam jangka pendek. Namun, menurut Sutopo, dampaknya mungkin terbatas hingga akhir tahun. Hal ini disebabkan oleh tren pelemahan rupiah yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Rupiah turun 0,89% dalam sebulan terakhir dan 7,30% dalam setahun.

Ketidakpastian global serta faktor domestik seperti arus modal keluar atau kebutuhan impor dapat menghambat penguatan rupiah. Oleh karena itu, rupiah akan lebih bergantung pada seberapa agresif pelemahan dolar AS, stabilitas harga komoditas ekspor Indonesia, dan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.

Prediksi Indeks Dolar AS

Jika penutupan pemerintah AS berlarut-larut, indeks dolar AS diprediksi akan tertekan ke kisaran 96,5–97,0. Namun, jika Kongres AS cepat mencapai kesepakatan dan The Fed mempertahankan sikap higher for longer, indeks dolar AS berpotensi kembali menguji level 97,5 hingga 98,0.

Perkembangan ini akan sangat menentukan arah pergerakan dolar AS dan dampaknya terhadap mata uang lain, termasuk rupiah. Pasar harus terus memantau situasi politik dan ekonomi AS untuk mengetahui bagaimana pergerakan dolar akan berdampak pada ekonomi global.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.