Komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma menunjukkan komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pelaksanaan pelatihan urban farming yang fokus pada sistem hidroponik.
Kegiatan ini diadakan pada hari Senin, 3 November 2025 di Saung, Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengelola lingkungan perkotaan secara lebih efektif dan ramah lingkungan.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
Pelatihan urban farming merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang dikenal sebagai inisiatif Budidaya Integratif Riparian Urban (Kampung Biru). Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas warga dalam mengelola lingkungan perkotaan secara terpadu, produktif, dan ramah lingkungan.
Beberapa tujuan utama dari program ini antara lain:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan
- Memberikan kemampuan teknis dalam mengelola lahan urban
- Mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan dalam lingkungan perkotaan
Fokus pada Sistem Hidroponik
Sistem hidroponik menjadi fokus utama dalam pelatihan ini karena memiliki keunggulan dibandingkan metode pertanian konvensional. Dengan sistem hidroponik, tanaman dapat tumbuh tanpa memerlukan tanah, sehingga cocok digunakan di area perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
Manfaat dari sistem hidroponik antara lain:
- Menghemat air karena air dapat digunakan kembali
- Tidak memerlukan pupuk kimia yang berbahaya bagi lingkungan
- Hasil panen lebih cepat dan berkualitas
Pelatihan ini juga mencakup pembelajaran tentang perawatan tanaman, pengendalian hama, serta cara mengoptimalkan hasil panen.
Partisipasi dan Dukungan Masyarakat
Partisipasi aktif dari masyarakat setempat sangat penting dalam keberhasilan program ini. Selain itu, dukungan dari pihak-pihak terkait seperti pemerintah setempat dan organisasi swadaya juga menjadi faktor pendukung utama.
Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan cara membuat sistem hidroponik sederhana yang bisa diterapkan di rumah atau lingkungan sekitar. Teknologi ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memberikan alternatif sumber pangan yang lebih sehat dan terjangkau.
Kedepannya
Program Kampung Biru akan terus dikembangkan dengan harapan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat berkomitmen untuk terus berinovasi dan berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





