Gunung Lewotobi Meletus Dua Kali, Kolom Abu Capai 2,5 Kilometer

by -787 Views



Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dua kali letusan selama periode pengamatan pada hari Minggu (5/7/2025) antara pukul 00.00 Wita hingga 06.00 Wita.

Letusan tersebut memiliki amplitudo berkisar antara 7,4 hingga 14,8 mm dan berlangsung sekitar 101 hingga 196 detik. Dari laporan yang diberikan oleh Emanuel Rofinus Bere, petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, teramati dua kali letusan dengan ketinggian abu mencapai 600 hingga 2.500 meter serta warna asap yang kelabu.

Kolom abu yang muncul dari letusan tersebut terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya. Hal ini menunjukkan bahwa abu vulkanik yang dihasilkan dapat memengaruhi wilayah sekitar, terutama di bagian barat daya.

Warga yang tinggal di sekitar area yang terdampak hujan abu diimbau untuk menggunakan masker atau alat pelindung lainnya guna menghindari risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Selama periode pengamatan yang sama, PGA Lewotobi Laki-laki juga mencatat adanya beberapa jenis gempa. Gempa embusan terjadi satu kali, gempa non-harmonik sebanyak dua kali, dan satu kali gempa tektonik jauh. Peristiwa-peristiwa ini memberikan informasi tambahan tentang aktivitas geofisika di sekitar gunung berapi tersebut.

Secara visual, area puncak gunung terlihat jelas dan tidak ada tanda-tanda peningkatan signifikan dalam bentuk fisik atau perubahan struktur. Namun, asap kawah dengan tekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. Tinggi asap tersebut berkisar antara 50 hingga 100 meter di atas puncak kawah.

Rofinus menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada level III, yaitu siaga. Level ini menunjukkan bahwa gunung berapi tersebut sedang dalam kondisi aktif dan perlu dipantau secara ketat.

Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah tersebut dan para wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. Langkah-langkah pencegahan ini penting dilakukan untuk menjaga keselamatan diri dan menghindari potensi bahaya yang bisa muncul akibat aktivitas vulkanik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah:

Memastikan diri tetap aman dengan mengikuti anjuran dari instansi terkait.

Menggunakan alat pelindung seperti masker jika terkena hujan abu.

Menghindari area yang berisiko tinggi, terutama dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi.

Menjaga komunikasi dengan pihak berwenang untuk mendapatkan informasi terkini tentang aktivitas gunung berapi.

Dengan pemantauan yang terus-menerus, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan siap menghadapi kemungkinan perubahan aktivitas gunung berapi.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.