Hutan Jaga Kita: Soroti Pentingnya Pelestarian Hutan Kalbar

by -172 Views



Hutan Jaga Kita menjadi acara yang sukses diadakan oleh Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) di 1918 Coffee & Space, Jalan Sepakat II, Pontianak pada Minggu, 21 Desember 2025. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya hutan di Kalimantan Barat.

Berbagai Aktivitas yang Dihadirkan

Kegiatan ini menawarkan beragam rangkaian aktivitas yang menarik dan edukatif. Mulai dari penampilan stand up comedy, diskusi mengenai hutan Kalimantan, sesi diskusi film, hingga tampilan live music. Selain itu, peserta juga bisa mengunjungi pameran ASRI, booth Bank Sampah Ananda, serta ikut serta dalam social media challenge yang diadakan selama acara.



Oka Nurlaila, Koordinator Acara ‘Hutan Jaga Kita’ dari ASRI, menjelaskan bahwa kerusakan hutan di Kalimantan memiliki dampak besar terhadap dunia. “Kita perlu memahami bahaya yang bisa terjadi jika hutan di Kalimantan rusak karena hutan Kalimantan Barat adalah salah satu hutan yang memberikan kontribusi besar bagi ekosistem global,” ujarnya.

Menurut Oka, Provinsi Kalimantan Barat memiliki inisiatif pelestarian hutan melalui Balai Taman Nasional Gunung Palung yang berada di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Dalam 17 tahun terakhir, balai ini telah menanam sebanyak 700 ribu bibit pohon dengan total luas area mencapai 435 hektare. ASRI bekerja sama dengan masyarakat setempat dan pihak Balai Taman Nasional Gunung Palung dalam kegiatan penanaman pohon tersebut.

“Kita ingin masyarakat di Kalimantan Barat sadar bahwa di Kayong Utara ada orang-orang yang berjuang untuk melestarikan hutan,” tambah Oka.

Diskusi Mengenai Hutan Kalimantan

Fahmi, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura dan perwakilan dari Planetary Health Campus Ambassador (PHCA) ASRI, turut berpartisipasi dalam sesi diskusi tentang kondisi hutan di Kalimantan Barat.

Ia menjelaskan bahwa deforestasi dapat menyebabkan penurunan penyerapan oksigen, yang akhirnya memengaruhi suhu laut. “Jika hutan dibabat, penyerapan oksigen akan berkurang dan berdampak pada kenaikan suhu di laut,” jelas Fahmi.

Beberapa faktor penyebab perubahan iklim yang disampaikannya antara lain deforestasi, monokultur, perburuan satwa liar, dan kebakaran hutan. Selain itu, sesi diskusi ini juga membahas hubungan manusia dengan alam serta aksi-aksi yang bisa dilakukan masyarakat, terutama mereka yang tinggal jauh dari hutan.



Kegiatan ‘Hutan Jaga Kita’ yang terbuka untuk umum ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi peserta. Pesan-pesan yang disampaikan selama acara diharapkan dapat disebarluaskan, mulai dari manfaat hutan, pentingnya pelestarian hutan, hingga aksi yang akan dilakukan ke depannya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan peran hutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas hidup manusia.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.