Ibu Hamil Meninggal di Papua Setelah Ditolak Rumah Sakit, Puan: Jangan Terulang Lagi

by -217 Views

Keprihatinan Puan Maharani atas Kematian Ibu dan Bayi di Papua

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan perasaan prihatinnya terhadap kejadian kematian seorang ibu dan bayinya di Papua setelah ditolak oleh empat rumah sakit. Kejadian ini menunjukkan adanya sistem pelayanan kesehatan yang tidak memadai, terutama di wilayah-wilayah yang dianggap tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Puan menyatakan bahwa kasus seperti ini sudah sering terjadi, sehingga harus dianggap serius. Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden telah melakukan rapat khusus untuk membahas masalah ini. Hal ini menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya menjadi perhatian DPR, tetapi juga pemerintah pusat.

“Ini sudah berkali-kali terjadi. Karenanya ini juga menjadi perhatian dari Presiden. Saya mendapat laporan bahwa bahkan Presiden hari ini melakukan rapat khusus terkait dengan hal tersebut. Jadi DPR juga prihatin dan tentu saja ini sangat concern,” ujar Puan dalam sebuah pernyataannya.

Evaluasi Sistem Pelayanan Kesehatan

Dalam rangka mencegah kejadian serupa terulang, Puan meminta Komisi IX DPR yang menangani masalah kesehatan untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan kesehatan di wilayah 3T. Politikus PDI-P ini menegaskan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh lagi terjadi, baik di daerah pelosok maupun daerah lainnya.

Menurut Puan, pemerintah dan fasilitas kesehatan harus menjamin bahwa seluruh warga, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil, dapat mendapatkan layanan medis saat membutuhkan. “Jadi jangan sampai terjadi lagi penanganan atau kelalaian penanganan kesehatan yang terjadi seperti ini,” katanya.

Selain itu, Puan juga mendorong Kementerian Kesehatan untuk mengevaluasi fasilitas dan prosedur penanganan pasien di seluruh rumah sakit. Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap aspek rujukan dan layanan darurat.

“Jadi kami akan meminta Kementerian Kesehatan khususnya, untuk bisa mengevaluasi penanganan kesehatan di rumah sakit-rumah sakit. Jangan sampai ada masyarakat yang kemudian tidak tertangani, khususnya di wilayah 3T,” ujar Puan.

Kasus Ibu Hamil yang Meninggal di Papua

Sebelumnya, diberitakan bahwa seorang ibu bernama Irene Sokoy meninggal pada Senin (17/11/2025) pukul 05.00 WIT setelah tidak mendapatkan pelayanan memadai dari empat rumah sakit rujukan di Jayapura.

Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey, yang juga mertua korban, menjelaskan bahwa Irene mulai merasakan kontraksi pada Minggu siang (16/11). Keluarga kemudian membawa Irene menggunakan kapal cepat ke RSUD Yowari. Namun, dokter tidak ada di tempat dan proses pembuatan surat rujukan berlangsung sangat lambat.

“Pelayanan sangat lama. Hampir jam 12 malam surat belum dibuat,” ujar Abraham. Keluarga kemudian membawa Irene ke RS Dian Harapan dan RSUD Abepura, tetapi lagi-lagi tidak mendapatkan layanan.

Perjalanan terakhir menuju RS Bhayangkara juga tidak berhasil karena keluarga diminta membayar uang muka Rp 4 juta dengan alasan kamar BPJS penuh. Empat rumah sakit yang tercatat menolak Irene adalah RSUD Yowari, RSUD Abepura, RS Bhayangkara, dan RS Dian Harapan.

Keluarga menyebut Irene akhirnya meninggal dalam perjalanan setelah menempuh perjalanan medis panjang tanpa mendapatkan penanganan darurat. Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk segera memperbaiki sistem pelayanan kesehatan, terutama di wilayah 3T.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.