Incara Dana Rp 3,2 Triliun, Ini Rekomendasi Saham INET

by -1107 Views

Strategi Pemenuhan Dana Segar INET melalui Rights Issue

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana mengumpulkan dana segar sebesar Rp 3,2 triliun melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I). Dalam rencana ini, perusahaan akan menerbitkan hingga 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 250. Rasio rights issue yang ditetapkan adalah 3:4, yang artinya setiap pemegang saham akan mendapatkan hak untuk membeli empat saham baru untuk setiap tiga saham yang dimiliki.

Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist dari Maybank Sekuritas, jumlah dana sebesar Rp 3,2 triliun ini tergolong besar, terutama jika dibandingkan dengan total ekuitas INET per 31 Juli 2025 yang mencapai Rp 309,19 miliar. Jika rights issue ini berjalan lancar, maka INET akan mendapatkan tambahan dana yang mencapai 10 kali lipat dari nilai aset saat ini.

Selain itu, keberadaan pembeli siaga alias standby buyer juga menjadi faktor penting dalam aksi korporasi ini. Salah satu pemegang saham pengendali INET, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, menyatakan akan menyerap seluruh haknya dan bersedia menjadi pembeli siaga untuk sisa saham yang tidak diambil oleh investor lain. Pemegang saham ini memiliki kepemilikan sebesar 60,62% saham INET.

Melalui surat tertanggal 19 September 2025, manajemen PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara menyatakan akan melakukan HMETD senilai Rp 1,78 triliun dari porsi kepemilikannya. Selain itu, mereka juga bersedia menjadi pembeli siaga hingga maksimal 5,65 miliar saham atau senilai Rp 1,41 triliun jika saham baru tidak seluruhnya terserap.

“Dengan kondisi ini, INET minimal dapat mendapatkan dana sebesar Rp 1,78 triliun. Namun, jika skenario rights issue berjalan lancar, INET bisa mencapai target sebesar Rp 3,2 triliun,” jelas Fath dalam paparan terbarunya.

Penggunaan Dana dari Rights Issue

Dana segar hasil rights issue ini akan digunakan untuk mempercepat ekspansi jaringan Fiber To The Home (FTTH) berkecepatan tinggi dengan teknologi Wi-Fi 7. Sebanyak Rp 2,8 triliun akan dialokasikan ke anak usaha GPI untuk menggaet 2 juta pelanggan baru di Bali dan Lombok. Sementara itu, sekitar Rp 213,44 miliar digunakan untuk melunasi biaya sewa jaringan kabel bawah laut.

Selain itu, sekitar Rp 135 miliar dipakai sebagai modal kerja untuk membangun FTTH di Jawa melalui anak usaha INET. Sisanya akan digunakan untuk pengembangan layanan, pemasaran, hingga biaya overhead lainnya.

Fath menjelaskan bahwa penggunaan dana dari rights issue ini lebih mengarah pada growth story. Emiten sedang mengejar cerita pertumbuhan yang agresif. Apalagi untuk pengembangan di Bali dan Lombok, Fath melihat potensi pertumbuhan yang besar, mengingat belum banyak pemain penyedia layanan internet di dua daerah tersebut.

Analisis Teknis dan Rekomendasi

Dari sisi analisis teknikal, Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, mencermati bahwa INET membentuk pola upward bar yang didukung oleh RSI yang menunjukkan sinyal positif. Volume perdagangan mulai meningkat.

Dalam jangka pendek, Nafan merekomendasikan add INET dengan target harga di kisaran Rp 272–Rp 306. Pada akhir perdagangan Kamis (2/10), INET ditutup menguat 6,52% ke level Rp 294.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.