Kasus ISPA Paling Tinggi di Sulteng, Serikat Buruh Kecam Kualitas Udara Rendah

by -657 Views

Tingginya Angka ISPA di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah

Kabupaten Morowali mencatat jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tertinggi di Sulawesi Tengah sepanjang tahun 2024. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa sebanyak 57.190 kasus ISPA terjadi di wilayah tersebut, dengan sebagian besar penyebabnya berkaitan dengan lingkungan kerja dan kualitas udara di kawasan industri.

Ketua Pimpinan Serikat Pekerja Nasional (PSP-SPN) PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome (IRNC), Muh. Ilham Z, mengungkapkan bahwa kondisi kerja di beberapa unit perusahaan, khususnya di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), turut berkontribusi terhadap tingginya angka ISPA. Menurutnya, minimnya alat pelindung diri (APD) seperti masker bagi pekerja menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk kesehatan pernapasan para buruh.

“Masker yang diberikan hanya lima buah untuk periode kerja yang panjang. Padahal kondisi udara di kawasan industri sangat berisiko bagi kesehatan jangka panjang,” ungkap Ilham kepada 1NEWS.ID, Minggu (6/10/2025).

Ia menambahkan, paparan debu, asap logam, dan polusi udara di lingkungan kerja seharusnya menjadi perhatian serius pihak manajemen perusahaan maupun pemerintah daerah, mengingat dampaknya bukan hanya dirasakan pekerja, tetapi juga masyarakat sekitar kawasan industri.

Selain persoalan kualitas udara, Ilham juga menyebut bahwa perusahaan kurang memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), yang seharusnya menjadi standar utama dalam operasional industri skala besar.

“Kami mendesak agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan mengevaluasi kondisi ini. Jangan sampai pekerja terus jadi korban karena pengabaian keselamatan,” tegasnya.

Sebelumnya, dua serikat buruh di PT IRNC, yakni PSP-SPN dan Serikat Buruh Militan Indonesia (SEBUMI), juga melaporkan dugaan pelanggaran hak normatif dan K3 di unit Departemen HAPL. Masalah yang disoroti antara lain penggunaan alat pelindung diri yang tidak memadai, ruangan kerja yang tidak ergonomis, serta kebisingan di atas ambang batas.

Dengan meningkatnya angka ISPA secara signifikan, serikat buruh berharap ada upaya konkret dari pemerintah dan perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan layak.

“Data ISPA yang tinggi ini alarm serius. Jangan tunggu korban lebih banyak baru bertindak,” pungkas Ilham.

Penyebab Utama ISPA

Mayoritas kasus ISPA, terutama yang menular, disebabkan oleh:

A. Virus

Virus adalah penyebab ISPA yang paling umum, terutama pada kasus ringan seperti pilek atau flu biasa.

  • Rhinovirus: Penyebab paling umum dari common cold (pilek biasa).
  • Virus Influenza dan Parainfluenza: Menyebabkan flu, yang gejalanya seringkali lebih berat. Parainfluenza juga dapat menyebabkan croup pada anak-anak.
  • Adenovirus: Dapat menyebabkan pilek, bronkitis, hingga pneumonia.
  • Respiratory Syncytial Virus (RSV): Penyebab utama ISPA berat pada bayi dan anak kecil.
  • Coronavirus: Termasuk virus penyebab flu biasa dan juga virus yang lebih serius seperti SARS-CoV-2 (penyebab COVID-19).

B. Bakteri

Bakteri sering menyebabkan ISPA yang gejalanya lebih parah dan memerlukan pengobatan dengan antibiotik (seperti pneumonia atau radang tenggorokan).

  • Streptococcus pneumoniae: Penyebab umum pneumonia.
  • Haemophilus influenzae: Dapat menyebabkan pneumonia dan meningitis.
  • Mycoplasma pneumoniae: Menyebabkan pneumonia ringan hingga berat.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.