Koridor VII Transjatim Beroperasi, Inovasi Transportasi untuk Kesejahteraan Merata

by -1026 Views

Inovasi Transportasi Publik di Jawa Timur

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Huntoyungo, menyampaikan bahwa kehadiran Transjatim merupakan bukti nyata inovasi daerah dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang berkeadilan, efisien, dan mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Transjatim merupakan salah satu ekosistem inovasi yang hadir di Jawa Timur secara terintegrasi. Tidak hanya memberikan layanan konvensional transportasi penumpang antar kota saja, malah juga adaptif terhadap keperluan penumpang,” ujar Yusharto dalam sambutannya pada kegiatan Peresmian Operasional Bus Transjatim Koridor VII yang digelar di halaman parkir Makam Sunan Drajat Lamongan pada Selasa (7/10).

Yusharto menjelaskan, mobilitas yang efektif menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Kehadiran Transjatim Koridor VII bukan hanya memperlancar pergerakan masyarakat antardaerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi sektor UMKM dan pelaku usaha lokal di sepanjang jalur layanan.

“Peluncuran koridor 7 transjatim adalah manifestasi nyata dari kolaborasi lintas sektor dan daerah dalam membangun transportasi publik yang efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi masa depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga menyoroti pentingnya transportasi publik sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan, polusi, dan pemborosan energi di kawasan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan) yang merupakan wilayah dengan aktivitas ekonomi terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.

Yusharto menegaskan, setiap tahun kemacetan dapat menurunkan produktivitas nasional hingga 0,5 persen atau setara dengan kerugian ekonomi sekitar 4 miliar dolar AS per tahun. Di kawasan metropolitan Surabaya dan sekitarnya, dampaknya bahkan lebih signifikan.

Sementara itu, Yusharto melanjutkan, jumlah kendaraan bermotor di Provinsi Jawa Timur mencapai 26,52 juta unit pada tahun 2024, meningkat lebih dari 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini berpotensi menimbulkan beban ekonomi baru, mulai dari penurunan kualitas udara hingga meningkatnya subsidi energi.

“Transjatim sebagai transportasi massal berperan vital dalam mengatasi persoalan yang terjadi, dengan kapasitas angkut yang jauh lebih besar dan tarif yang terjangkau, layanan ini menjadi alternatif nyata untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Di sisi lain, Yusharto juga mengungkapkan, peluncuran koridor baru Transjatim sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menitikberatkan pada pengembangan transportasi publik untuk mengurangi kemacetan dan polusi.

Selain itu, pengembangan Transjatim juga mendukung Agenda Net Zero Emission 2060 dan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-11, yaitu menciptakan kota dan komunitas yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

“Kementerian Dalam Negeri salah satu kementerian yang membina penyelenggaraan inovasi di seluruh Indonesia, kami mendukung langkah perluasan koridor ketujuh ini sebagai wujud nyata peningkatan kualitas layanan publik di Jawa Timur melalui proses pengembangan ekosistem inovasi,” pungkasnya.

Manfaat dan Tujuan Pengembangan Transjatim

Berikut beberapa manfaat dan tujuan dari pengembangan Transjatim:

  • Meningkatkan Mobilitas Masyarakat: Transjatim Koridor VII bertujuan untuk mempermudah pergerakan masyarakat antar daerah, sehingga mempercepat akses ke berbagai lokasi penting seperti pasar, sekolah, dan pusat kesehatan.
  • Mendorong Pertumbuhan Ekonomi: Layanan transportasi yang efisien akan membuka peluang usaha baru, terutama bagi UMKM dan pelaku bisnis lokal di sepanjang jalur layanan.
  • Mengurangi Kemacetan dan Polusi: Dengan menggunakan transportasi umum, pengguna kendaraan pribadi bisa berkurang, sehingga mengurangi kemacetan dan polusi udara.
  • Mendukung Keberlanjutan Lingkungan: Transjatim dirancang untuk ramah lingkungan, sehingga mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target net zero emission.
  • Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor: Proyek ini menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat dalam membangun sistem transportasi yang lebih baik.

Tantangan dan Solusi

Meskipun Transjatim memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti:

  • Peningkatan Jumlah Kendaraan: Dengan jumlah kendaraan bermotor yang meningkat setiap tahun, perlu adanya strategi pengaturan lalu lintas yang lebih efektif.
  • Keterbatasan Infrastruktur: Beberapa daerah masih kurang memiliki infrastruktur pendukung yang memadai untuk mendukung layanan transportasi umum.
  • Perubahan Perilaku Masyarakat: Masyarakat perlu diajarkan untuk lebih memilih transportasi umum daripada kendaraan pribadi.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, pemerintah dan stakeholder terkait perlu melakukan evaluasi berkala dan memperbaiki sistem transportasi secara berkelanjutan.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.