Kubu Agus Suparmanto Harapkan Mardiono Bergabung ke Pengurus

by -1438 Views

Perpecahan Internal PPP Memasuki Tahap Baru

Perpecahan di dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) antara kubu Agus Suparmanto dan Muhamad Mardiono memasuki tahap baru. Setelah mendaftarkan struktur kepengurusan ke Kementerian Hukum, kubu Agus mengharapkan pihak Mardiono untuk bergabung dalam pengurusan partai.

Sekretaris Jenderal PPP, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan harapan tersebut saat hadir di kantor Kementerian Hukum pada Rabu, 1 Oktober 2025. Ia mewakili Agus Suparmanto yang tidak dapat hadir secara langsung. Menurutnya, kubu Agus telah mengirimkan perwakilan untuk bertemu dengan Mardiono guna menawarkan kerja sama.

Taj Yasin menjelaskan bahwa langkah rekonsiliasi ini dilakukan untuk meningkatkan peluang PPP dalam pemilu mendatang. “Kami ingin PPP bisa kembali masuk ke parlemen,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa penting bagi partai untuk memiliki representasi di Dewan Perwakilan Rakyat.

Saat ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah itu masih menunggu jawaban dari pihak Mardiono. “Jawabannya adalah apakah beliau ingin bergabung dalam pengurusan atau tetap menjadi kader partai,” kata Taj Yasin.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada perselisihan di internal PPP terkait penetapan Agus Suparmanto sebagai ketua umum. Namun, bukan hanya kubu Agus yang mengklaim kemenangan dalam muktamar PPP. Muhamad Mardiono, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP, juga mengklaim kemenangan dalam Muktamar ke-X.

Pada muktamar tersebut, suasana sempat ricuh. Saat pimpinan sidang mulai memulai rapat paripurna, pendukung Agus Suparmanto menolak Mardiono dan menuntut adanya ketua umum baru. Sementara itu, kubu Mardiono bersikeras untuk melanjutkan kepemimpinannya.

Pertikaian antara pendukung kedua kubu berlangsung hingga terjadi adu mulut, adu pukul, dan melempar kursi. Pimpinan sidang, Amir Uskara, kemudian mempercepat pelaksanaan muktamar. Ia meminta persetujuan peserta muktamar untuk memilih Mardiono sebagai ketua umum secara aklamasi.

Meski ada penolakan dari sebagian peserta, Amir tetap mengetuk palu sidang sebagai tanda persetujuan. Setelah itu, ia dan para pendukung Mardiono meninggalkan ruangan. Malam harinya, kubu Mardiono menggelar konferensi pers untuk memberi tahu hasil muktamar.

Kubu Agus Suparmanto menolak hasil tersebut. Mereka tetap melanjutkan sidang muktamar hingga memilih Agus sebagai ketua umum PPP periode 2025-2030. Kubu Agus mengklaim bahwa proses muktamar yang mereka lakukan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.

Perpecahan ini menunjukkan bahwa PPP masih menghadapi tantangan besar dalam menciptakan kesatuan di tengah dinamika politik yang kompleks. Dengan dua kubu yang saling bersaing, partai ini harus segera menemukan solusi untuk memastikan stabilitas dan konsistensi dalam menjalankan misi politiknya.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.