Lirik Lagu Daerah Sangihe: Bongkong Awu
Lagu daerah Sangihe yang berjudul “Bongkong Awu” memiliki makna yang dalam dan menyentuh hati. Lagu ini sering dinyanyikan oleh para penyanyi lokal dan menjadi bagian dari warisan budaya yang penting untuk dilestarikan.
Lagu “Bongkong Awu” pertama kali dinyanyikan oleh Harry Mamudi pada tahun 1962. Kemudian, pada tahun 1975, lagu ini direkam kembali oleh Dampelos Group, sehingga semakin dikenal oleh masyarakat luas. Lagu ini tidak hanya sekadar musik, tetapi juga membawa pesan tentang perasaan rindu dan kehilangan yang dalam.
Berikut adalah lirik lengkap dari lagu “Bongkong Awu”:
Bongkong awu
Bongkong awu makadalungsangi
(Puncak awu membuat hati pilu)
Kakelaeng bou marau
(Dipandang dari tempat yg jauh)
Ore mambeng makatompe elo
(Rasanya Airmata akan tumpah)
Makakendung suralungu naung
(Pedih Terngiang didalam hati)
Reff:
Su soang tau suwanua marau
(Di tempat orang, di negeri yang jauh)
Nusalawo katahendungan
(Sangihe selalu dirindukan)
Seng nitentang marau anau sembau
(Telah ditinggalkan jauh sanak saudara)
Inang i amang takawulengan
(Ayah dan ibu terkasih tak akan terlupakan)
Lirik-lirik tersebut menggambarkan perasaan seseorang yang jauh dari kampung halaman dan merindukan keluarga serta tanah air. Setiap baris lirik mengandung makna yang dalam dan membangkitkan emosi yang kuat.
Makna dan Pesan dalam Lagu
Lagu “Bongkong Awu” bukan hanya sekadar nyanyian, tetapi juga merupakan cerminan dari perasaan manusia yang sedang merindukan sesuatu yang telah hilang. Dalam liriknya, terdapat gambaran tentang perasaan pilu dan kesedihan yang muncul ketika seseorang harus meninggalkan kampung halaman.
Selain itu, lagu ini juga menunjukkan betapa pentingnya hubungan antara individu dengan keluarganya. Pesan utamanya adalah bahwa meskipun seseorang jauh dari rumah, ingatan akan orang tua dan sanak saudara tetap akan terus melekat dalam hati.
Peran Lagu dalam Budaya Sangihe
Lagu “Bongkong Awu” juga menjadi bagian dari tradisi budaya Sangihe. Melalui lagu ini, nilai-nilai kekeluargaan dan kerinduan terhadap tanah air dapat terjaga dan disampaikan kepada generasi mendatang.
Dalam masyarakat Sangihe, lagu-lagu seperti ini sering dinyanyikan dalam acara-acara adat atau perayaan tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa musik tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat komunikasi dan ekspresi perasaan.
Kesimpulan
Lagu “Bongkong Awu” adalah salah satu contoh dari kekayaan budaya Indonesia, khususnya dari daerah Sangihe. Dengan lirik yang penuh makna dan pesan yang dalam, lagu ini mampu menyentuh hati setiap pendengarnya. Melalui penghargaan terhadap lagu-lagu daerah seperti ini, kita bisa menjaga keberlanjutan budaya dan nilai-nilai yang penting dalam kehidupan masyarakat.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





