Mimbar Musala Ponpes Al Khoziny Viral, Basarnas: Itu di Gedung Lain!

by -648 Views

Keajaiban di Tengah Bencana

Di tengah tragedi yang menimpa Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin (29/9) lalu, sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan mimbar musala tetap berdiri kokoh. Video tersebut menarik perhatian banyak warganet dan menjadi topik pembicaraan.

Mimbar yang digunakan oleh imam untuk memimpin salat itu masih dalam kondisi utuh meskipun bangunan-bangunan sekitarnya hancur akibat ambruknya gedung empat lantai. Hal ini membuat banyak orang terkejut dan menyebutnya sebagai keajaiban.

Unggahan dari akun TikTok @begurungaji menunjukkan bahwa mimbar tersebut masih dalam kondisi baik, bahkan jam dan kipas angin di sekitarnya juga masih utuh. Unggahan ini telah ditonton lebih dari 97 ribu kali dan menjadi viral.

Setelah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) selesai, puing-puing bangunan yang ambruk sudah menyatu dengan tanah. Dari pantauan di lokasi, tampak area mimbar atau tempat imam salat sedikit menjorok ke sisi barat bangunan. Lokasi ini berada dekat dengan zona A2, yaitu bagian belakang yang berhadapan langsung dengan dinding asrama.

Zona ini menjadi fokus Tim SAR gabungan karena diyakini ada banyak korban yang terjebak di sana. Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Yudhi Bramantyo, mengatakan bahwa sejumlah santri yang berada di saf depan, dekat dengan mimbar imam, berhasil menyelamatkan diri sendiri dari tragedi maut tersebut.

“Sebenarnya mimbar itu berada terpisah, bangunannya terpisah. Bukan di gedung itu, bukan pas bangunan yang runtuh. Makanya memang dalam kondisi yang utuh,” tutur Bramantyo kepada 1NEWS.ID, Rabu (8/10).

Meski demikian, banyak warganet meyakini bahwa mimbar yang tetap berdiri utuh menjadi simbol kekuatan iman. Salah satu pengguna TikTok, @muhammad***, menulis: “Subhanallah yang lainnya runtuh, tetapi yang mimbar dan buku berharga ini selamat dari reruntuhan.”

Kronologi Tragedi

Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.

Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Setelah 9 hari berjuang mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.

Data terakhir menunjukkan bahwa korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 34 berhasil teridentifikasi.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.