Pangkalpinang Catat Pertumbuhan Ekonomi 8,81 Persen di Triwulan II-2025

by -1279 Views

Pertumbuhan Ekonomi Kota Pangkalpinang pada Triwulan II-2025

Pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang pada triwulan II-2025 mencatat angka yang sangat menjanjikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sepanjang periode tersebut mencapai 8,81 persen secara tahunan (year on year/y-on-y). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi ini adalah sektor sekunder, yang tumbuh hingga 32,93 persen. Menurut Ahli Statistik BPS Kota Pangkalpinang, Aja Nasrun, lonjakan ini tidak terlepas dari pulihnya aktivitas pengolahan timah setelah sempat terganggu oleh masalah tata kelola pada tahun lalu. Sejumlah perusahaan smelter juga kembali beroperasi sejak akhir 2024, yang turut berkontribusi pada pertumbuhan sektor ini.

Dari sisi produksi, sektor tersier mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,57 persen. Hal ini didorong oleh meningkatnya aktivitas jasa, termasuk administrasi pemerintahan, pertahanan, serta realisasi belanja pegawai akibat penerimaan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Secara kumulatif (c-to-c), ekonomi Pangkalpinang hingga triwulan II-2025 tumbuh sebesar 8,89 persen. Sektor sekunder kembali menjadi bintang dengan pertumbuhan 38,85 persen. Meski sektor jasa masih mendominasi, industri pengolahan logam timah tetap menjadi penentu fluktuasi besar dalam pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi q-to-q didorong terutama oleh pengeluaran konsumsi pemerintah yang naik tajam 26,40 persen, akibat peningkatan belanja barang dan jasa. Konsumsi rumah tangga juga tumbuh 1,78 persen, didukung oleh momentum Iduladha dan pembayaran gaji ke-13 ASN. Namun, secara tahunan, pertumbuhan tertinggi justru terjadi pada konsumsi rumah tangga sebesar 3,31 persen, menandakan daya beli masyarakat mulai pulih seiring rebound sektor timah.

Sementara itu, konsumsi pemerintah terkontraksi 11,90 persen. Dengan capaian ini, total produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Pangkalpinang atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan II-2025 mencapai Rp5,27 triliun, atau Rp2,85 triliun atas dasar harga konstan 2010. Dengan angka ini, Pangkalpinang menyumbang 18 persen terhadap total PDRB tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menempati posisi kedua terbesar setelah Kabupaten Bangka.

Daya Saing Ekonomi Kota Pangkalpinang

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Juhaini, menyampaikan bahwa keberhasilan mencatat pertumbuhan ekonomi 8,81 persen secara tahunan sebagai sinyal positif bagi iklim investasi dan daya saing ekonomi Kota Pangkalpinang. Ia menekankan pentingnya memperkuat sektor jasa dan perdagangan agar pertumbuhan lebih berkelanjutan.

Meski mencatat pertumbuhan yang impresif, Pangkalpinang masih menghadapi tantangan dalam menjaga kesinambungan ekonomi, terutama dari ketergantungan terhadap sektor pengolahan timah yang rentan fluktuasi. Juhaini menyarankan penguatan konsumsi rumah tangga, investasi infrastruktur, serta diversifikasi ekonomi menjadi kunci agar pertumbuhan tidak sekadar temporer.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.