Perdana Menteri Jepang Ajak Investor Arab Saudi Berinvestasi dengan Gaya Unik
Pada acara ekonomi FII Priority Asia yang diadakan di Tokyo, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memberikan pidato yang menarik perhatian. Dalam pidatonya, ia meminta investor Arab Saudi untuk diam dan fokus pada investasi. Hal ini dilakukan saat ia berbicara di hadapan para peserta forum ekonomi dua hari tersebut.
Takaichi menekankan pentingnya kerja sama antara Jepang dan Arab Saudi dalam bidang ekonomi. Ia menutup pidatonya dengan gaya yang tidak biasa, menggunakan kalimat terkenal dari serial manga Jepang Attack on Titan. Ia menyampaikan: “Tutup mulut kalian, dan investasikan semuanya kesaya!!” Pernyataan ini disambut tawa dan tepuk tangan oleh hadirin.
Meskipun terdengar kasar, pernyataan ini sebenarnya mengacu pada kalimat populer dari karakter dalam serial manga Jepang yang sangat dikenal di Arab Saudi. Takaichi juga menyebutkan bahwa manga dan anime Jepang sangat populer di negara tersebut. Ia mengatakan bahwa judul-judul seperti Captain Tsubasa, One Piece, dan Demon Slayer sering muncul dalam pikirannya.
Tujuan utama dari pidato ini adalah untuk menarik lebih banyak investasi asing agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Jepang. Ekonomi Jepang mencatat kontraksi pada kuartal ketiga 2025, sehingga langkah-langkah seperti ini sangat penting.
Takaichi menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai perdana menteri di Jepang, yang dikenal sebagai “Negeri Sakura”. Ia mulai menjabat posisi ini pada Oktober 2025, dan menjadi simbol perubahan dalam sejarah politik Jepang.
FII Priority Asia 2025 merupakan bagian dari inisiatif tahunan Future Investment Initiative (FII) yang digelar oleh Arab Saudi. Forum ini bertujuan untuk mempertemukan para pemimpin bisnis dan pejabat pemerintah dari berbagai negara. Acara ini menjadi wadah penting untuk membahas isu-isu ekonomi global dan peluang investasi.
Salah satu tokoh penting yang hadir dalam forum tersebut adalah pendiri SoftBank Group, Masayoshi Son. Dalam sesi terpisah, Son mengungkapkan penyesalannya atas keputusannya menjual saham perusahaan di raksasa chip Amerika Serikat, Nvidia. Ia mengatakan bahwa ia tidak ingin menjual satu saham pun, karena membutuhkan lebih banyak uang untuk berinvestasi di OpenAI dan proyek-proyek lainnya.
“Saya menangis ketika harus menjual saham Nvidia,” lanjutnya. Penyesalan ini menunjukkan betapa pentingnya investasi di bidang teknologi dan inovasi. Son juga menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan yang diambil, meskipun ia yakin bahwa langkah tersebut dibuat dengan pertimbangan tertentu.
Dalam acara ini, selain pidato Takaichi dan pernyataan Son, banyak topik lain yang dibahas, termasuk potensi kolaborasi antara Jepang dan Arab Saudi dalam berbagai sektor. Kedua negara memiliki potensi besar untuk saling mendukung dalam pengembangan ekonomi dan teknologi.
Forum ini juga menjadi ajang untuk memperkuat hubungan diplomatik dan bisnis antara negara-negara yang hadir. Dengan adanya dialog yang terbuka dan kolaborasi yang kuat, diharapkan akan muncul solusi-solusi inovatif yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi global.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .






