Tetangga Korban Hipnotis Mengaku Melihat Mobil Terduga Pelaku
Seorang tetangga dari korban yang diduga menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis di Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengaku melihat mobil terduga pelaku saat melintas di daerahnya. Pernyataan ini disampaikan oleh Retmi Delvira, yang memberikan keterangan pada Senin (20/10/2025).
Jumi Rah Mariati, seorang ibu berusia 58 tahun, diduga menjadi korban hipnotis saat hendak berbelanja di Pasar Bawah Bukittinggi, Minggu (19/10/2025). Akibat kejadian tersebut, uang sebesar Rp35 juta dan satu unit handphone dibawa kabur oleh terduga pelaku.
Menurut keterangan Jumi, awalnya dia sedang berjalan kaki menuju Pasar Atas Bukittinggi, Minggu (19/10/2025) pagi hari. Saat berada di depan Bank Mandiri yang ada di Pasar Bawah Bukittinggi, ia dihampiri oleh seseorang yang bertanya mengenai museum di daerah tersebut. Pria tersebut mengaku berasal dari Jawa dan ingin menggadaikan barang antik ke museum. Tujuan pria itu adalah untuk biaya perawatan kakeknya yang dirawat di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.
Di tengah percakapan, tiba-tiba datang pria lain menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam. Pria dalam mobil menanyakan apa yang hendak digadaikan. Pria pertama mengaku memiliki barang antik berupa batu yang ingin digadaikan, namun hanya bisa dilihatkan di dalam mobil. Pria di dalam mobil tertarik membeli barang antik tersebut dan meminta Jumi masuk ke dalam mobil sebagai saksi.
Awalnya Jumi menolak, namun pelaku menyatakan hanya butuh waktu 5 menit. Saat itulah Jumi merasakan pundaknya ditepuk seseorang. Setelah masuk ke dalam mobil, Jumi terus dipengaruhi hingga akhirnya menuruti perintah untuk mengambil uang di rumahnya sendiri. Masih dalam pengaruh hipnotis, korban pun mengambil semua uangnya yang disimpan di rumah.
Sementara pelaku yang ada dalam mobil menunggu tak jauh dari rumah korban. Setelah menjemput uang, korban dibawa keliling menggunakan mobil hingga Padang Lua. Di sini, korban diminta menghitung uang kembali agar tidak ada yang kurang. Lalu korban diturunkan dan disuruh ke musala untuk salat Dhuha, sedangkan uangnya diserahkan ke pelaku.
Setelah salat Dhuha, Jumi sadar bahwa dirinya telah ditipu. “Uang saya ada di rumah. Entah kenapa tiba-tiba saya ikut saja saat diperintah ambil uang di rumah dan menyerahkan kepada mereka,” ujarnya.
Kronologi Kejadian
Korban Jumi Rah Mariati mengungkapkan bahwa saat kejadian, ia sedang berbelanja di Pasar Bawah Bukittinggi. Ia dihampiri oleh seseorang yang menanyakan tentang museum. Pria tersebut mengaku berasal dari Jawa dan ingin menggadaikan barang antik. Tujuan utamanya adalah untuk biaya pengobatan kakeknya yang dirawat di RSAM Bukittinggi.
Saat berbicara, tiba-tiba muncul pria lain menggunakan mobil Avanza hitam. Pria di dalam mobil tertarik membeli barang antik dan meminta Jumi masuk ke dalam mobil sebagai saksi. Awalnya Jumi menolak, namun pelaku mengatakan hanya butuh waktu 5 menit. Saat itu juga, Jumi merasa dipengaruhi dan akhirnya masuk ke dalam mobil.
Dalam mobil, Jumi terus dipengaruhi hingga akhirnya menuruti perintah untuk mengambil uang di rumahnya sendiri. Setelah mengambil uang, korban dibawa keliling menggunakan mobil hingga Padang Lua. Di sana, korban diminta menghitung uang kembali dan kemudian diturunkan untuk salat Dhuha. Uang yang diambil diserahkan ke pelaku.
Setelah salat Dhuha, Jumi sadar bahwa dirinya telah ditipu. “Entah kenapa tiba-tiba saya ikut saja saat diperintah ambil uang di rumah dan menyerahkan kepada mereka,” ujarnya.
Kesaksian Tetangga
Retmi Delvira, tetangga Jumi, mengaku melihat mobil Avanza hitam saat melintas di daerahnya. Ia melihat mobil tersebut diparkir di sebuah kedai, tidak jauh dari rumah Jumi. Saat itu, Retmi lewat dari arah belakang minibus tersebut dan melihat Jumi keluar dari mobil.
“Kami tidak tahu waktu itu, saya kira mobil anaknya,” terang Retmi. Mobil tersebut berwarna hitam, namun plat nomornya tidak terlihat. Retmi mengaku tidak mengetahui jika tetangganya diduga menjadi korban hipnotis.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





