Percepat Penanganan Bencana, Ini Langkah Pemerintah di Aceh, Sumut, dan Sumbar

by -83 Views

Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Pemerintah mengambil langkah cepat dalam menangani rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak Senin 24 November 2025. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta pemenuhan kebutuhan dasar. Selain itu, pihak berwenang juga mulai mempersiapkan tahap pemulihan pasca-bencana.

Menko PMK Pratikno menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia menegaskan bahwa penanganan darurat bencana harus dilakukan dengan serius, sementara pemulihan infrastruktur juga perlu dipersiapkan sejak awal.

“Bapak Presiden memerintahkan kami untuk serius menangani darurat bencana. Saat darurat berjalan, pemulihan infrastruktur juga harus disiapkan,” ujarnya.

Menurut Pratikno, Siklon Tropis Senyar menjadi penyebab utama hujan deras yang mengakibatkan banjir, banjir bandang, dan longsoran di tiga provinsi tersebut. Hal ini menyebabkan gangguan pada transportasi dan pelayaran.

“Korban jiwa cukup banyak, namun data masih terus diperbarui,” katanya.

Akses darat yang terputus membuat pemerintah memutuskan untuk melakukan pengiriman bantuan melalui udara. “Kita tidak bisa menunggu infrastruktur darat pulih,” tegasnya.

Operasi Pencarian dan Pertolongan

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memimpin penanganan darurat dari Posko Tarutung, Sumatra Utara. Ia memastikan bahwa operasi pencarian dan pertolongan menjadi prioritas utama. Selain itu, pemulihan infrastruktur dan layanan dasar juga terus dilakukan.

BNPB juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengalihkan curah hujan untuk mempercepat penanganan. Jajaran BNPB telah bergerak menuju Aceh, Sumbar, dan Sumut sesuai tugas masing-masing.

Kerusakan Infrastruktur

Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti melaporkan bahwa identifikasi kerusakan masih terkendala cuaca. Empat jembatan di Aceh putus, sedangkan sekitar 20 titik longsor di Sibolga dan Tapanuli Tengah belum dapat dipetakan secara lengkap.

“Alat berat sudah dikirim untuk membuka akses,” ujarnya.

Bantuan Kesehatan dan Penggunaan Dana Darurat

Kementerian Kesehatan menyiapkan fasilitas layanan kesehatan dan tenaga tambahan. Kemendagri memberikan keleluasaan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung daerah terdampak.

Kepala Basarnas Muhammad Syafii mengatakan delapan operasi SAR berlangsung di tiga provinsi tersebut, dengan fokus mengevakuasi warga terisolasi dan mencari korban hilang.

Peran BMKG dalam Penanganan Bencana

BMKG menegaskan Siklon Tropis Senyar sebagai pemicu utama cuaca ekstrem. Meski melemah, potensi cuaca ekstrem masih ada akibat aktivitas MJO, terutama di Mandailing Natal dan Sumbar. BMKG juga mendukung pelaksanaan OMC oleh BNPB.

Status Darurat dan Percepatan Pengerahan Sumber Daya

Menutup rapat, Menko PMK menegaskan seluruh daerah terdampak telah menetapkan status darurat sebagai dasar percepatan pengerahan sumber daya pusat. “Ini menjadi landasan kita bergerak cepat memberikan dukungan maksimal,” katanya.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.