Perhutani dan Pemkab Grobogan Kembangkan Solusi Hijau untuk Banjir dan Kekeringan Berkelanjutan

by -562 Views

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengelolaan Hutan yang Berkelanjutan

Upaya Perhutani dan Pemkab Grobogan dalam mengatasi masalah banjir dan kekeringan kini memasuki babak baru. Kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk menciptakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Diskusi ini diwujudkan melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan pada Selasa, 7 Oktober 2025. Dalam FGD tersebut, dibahas berbagai strategi pengelolaan hutan yang tidak hanya produktif tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda Grobogan Anang Armunanto bersama jajaran Pemkab Grobogan, Bappeda, Dinas Kehutanan, serta para Administratur Perhutani dari KPH Purwodadi, Gundih, dan Telawa. Sinergi antara Perhutani dan Pemkab Grobogan menjadi langkah penting untuk memaksimalkan peran hutan sebagai penyangga ekosistem sekaligus pencegah banjir dan kekeringan.

Sekda Anang Armunanto menjelaskan bahwa Grobogan merupakan kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah dengan total area mencapai 202.385 hektar. Dari luas tersebut, sekitar 70.189 hektar atau 34,6 persen merupakan kawasan hutan produksi yang menjadi penopang ekonomi dan ketahanan ekologis daerah.

Selain itu, wilayah karst yang tersebar di lima kecamatan juga menjadi perhatian penting karena berperan menjaga cadangan air bawah tanah dan mengurangi risiko kekeringan. “Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan kontributor terbesar PDRB Grobogan 2024, yang sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” tegas Anang.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara terpadu dari hulu ke hilir agar program penanganan banjir dan kekeringan dapat berjalan berkelanjutan. “Sinergi antar sektor adalah kunci agar tata kelola hutan memberi manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara seimbang,” tambah Anang dalam sambutannya.

Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah daerah, dinas, dan masyarakat dalam pengelolaan hutan lestari. “Perhutani tak bisa bekerja sendiri. Hutan bukan sekadar sumber ekonomi, tapi benteng ekologis yang menjaga keseimbangan air dan tanah,” tegas Untoro.

Ia juga mendorong keterlibatan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan akademisi untuk memperkuat pola pengelolaan hutan produktif berbasis kesejahteraan.

Rektor ITB Muhammadiyah Grobogan, Jati Purnomo, menambahkan bahwa kampus siap berperan dalam edukasi dan pendampingan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam. Melalui kolaborasi Perhutani, Pemkab Grobogan, akademisi, dan masyarakat, diharapkan muncul model pengelolaan sumber daya alam adaptif guna mewujudkan Grobogan hijau, tangguh iklim, dan bebas banjir.

Strategi Pengelolaan Hutan yang Berkelanjutan

Berikut beberapa strategi utama yang dibahas dalam FGD:

  • Pengelolaan terpadu dari hulu ke hilir

    Pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara terpadu agar program penanganan banjir dan kekeringan dapat berjalan berkelanjutan. Hal ini melibatkan semua pihak terkait mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga lembaga pendidikan.

  • Kolaborasi lintas sektor

    Sinergi antara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kolaborasi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan hutan memberi manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara seimbang.

  • Partisipasi masyarakat dan akademisi

    Keterlibatan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan akademisi diperlukan untuk memperkuat pola pengelolaan hutan yang berbasis kesejahteraan. Pendekatan ini akan membantu masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian alam.

  • Edukasi dan pendampingan

    Kampus seperti ITB Muhammadiyah Grobogan siap berperan dalam edukasi dan pendampingan masyarakat. Ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya menjaga lingkungan.

Tujuan Kolaborasi

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah menciptakan model pengelolaan sumber daya alam yang adaptif. Dengan pendekatan ini, diharapkan Grobogan dapat menjadi daerah yang hijau, tangguh iklim, dan bebas dari banjir.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.