Presiden Janjikan Bantuan, Nenek Tubaba Hipnotis dan Kehilangan Emas 15 Gram

by -285 Views

Kejadian Nenek Korban Hipnotis di Lampung

Seorang nenek berusia 66 tahun, bernama Saimah, menjadi korban dugaan hipnotis setelah ditipu dengan janji bantuan dari Presiden Prabowo Subianto. Akibat kejadian ini, korban kehilangan perhiasan emas seberat 15 gram yang memiliki nilai kerugian sekitar Rp30 juta.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/11/2025) sekitar pukul 08.30 WIB di wilayah Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Pelaku mengajak korban dengan dalih akan mendapatkan bantuan berupa beras dari pemerintah pusat. Namun, akhirnya korban ditinggalkan di wilayah Kabupaten Lampung Utara.

Korban Ditemukan dalam Kebingungan

Dalam video yang beredar di media sosial, Saimah terlihat kebingungan setelah diturunkan oleh pelaku di wilayah Kabupaten Lampung Utara. Warga yang menemukan kemudian menolong dan membawanya ke tempat aman. Peristiwa ini langsung menarik perhatian publik karena modusnya melibatkan nama Presiden Prabowo.

Penanganan oleh Pihak Berwajib

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari membenarkan laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kasus ini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat. “Benar, kejadian itu dilaporkan pada Kamis lalu. Tim kami sudah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi,” ujar Yuni pada Sabtu (8/11/2025).

Menurut keterangan awal, pelaku mengaku kepada korban bahwa dirinya bisa membantu mendapatkan bantuan beras dari Presiden Prabowo, sehingga korban bersedia mengikuti arahan pelaku. Polisi kini masih menelusuri motif dan identitas pelaku yang diduga menggunakan teknik bujuk rayu dan hipnotis.

Kerugian dan Imbauan Polisi

Selain kehilangan perhiasan, korban juga mengalami trauma atas kejadian tersebut. Kombes Yuni menegaskan bahwa kerugian korban mencapai sekitar Rp30 juta akibat hilangnya perhiasan emas 15 gram yang dibawa pelaku. Polda Lampung mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat negara atau instansi resmi.

“Modus seperti ini bukan hal baru. Kami mengingatkan warga untuk selalu waspada dan tidak langsung percaya terhadap janji bantuan tanpa bukti resmi,” tegas Yuni. Kepolisian mengingatkan masyarakat agar melapor segera ke pihak berwenang jika menemukan oknum yang menawarkan bantuan atas nama pemerintah atau pejabat publik. Kasus seperti ini sering muncul menjelang program bantuan sosial, di mana pelaku memanfaatkan kepercayaan masyarakat desa.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Penyelidikan masih berlanjut, sementara pihak kepolisian berupaya melacak pelaku dengan memeriksa rekaman CCTV dan keterangan saksi di lokasi terakhir korban ditemukan. Masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh modus penipuan yang mengatasnamakan pihak berwenang.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.