Presiden Prabowo Subianto Memimpin Apel Peringatan HUT ke-80 TNI
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, hadir dalam perayaan HUT ke-80 TNI yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta. Ia menumpangi mobil Maung Pindad berkelir putih dari Istana Kepresidenan menuju lokasi upacara. Saat tiba, Prabowo terlihat berdiri di atas mobil tersebut sambil melambaikan tangan kepada para peserta upacara dan warga yang hadir.
Di belakang rombongan Presiden, terdapat mobil terbuka yang diisi oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Mereka mengikuti jalannya prosesi dengan penuh semangat. Rombongan ini ditemani oleh sejumlah pejabat tinggi TNI seperti Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M Tonny Harjono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.
Mereka juga turut memberi salam kepada warga yang telah berkumpul di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Acara peringatan HUT ke-80 TNI ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Dengan tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, acara ini menunjukkan komitmen TNI untuk menjadi tentara profesional dan dekat dengan rakyat.
Makna Tema HUT ke-80 TNI
Tema “TNI Prima” mencerminkan komitmen TNI sebagai tentara yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif. Sementara itu, “TNI Rakyat” menegaskan bahwa kekuatan TNI berasal dari rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya menjadi garda terdepan pertahanan negara, tetapi juga bagian dari masyarakat yang menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa.
Sebelum acara utama, dilakukan gladi bersih yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Gladi bersih ini dihadiri oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago. Tujuan dari gladi bersih adalah untuk memastikan seluruh persiapan berjalan lancar dan sesuai rencana.
“Gladi bersih merupakan tahap akhir persiapan menjelang puncak peringatan HUT ke-80 TNI yang akan dipimpin Presiden RI sebagai Inspektur Upacara pada 5 Oktober 2025,” tulis Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah melalui siaran pers.
Kesiapan TNI dalam Rangkaian Acara
Seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-80 TNI telah melalui uji coba dan pelatihan intensif. Diharapkan semua aktivitas berjalan aman dan lancar. Pelaksanaan gladi bersih berjalan tertib dan lancar, mencerminkan kesiapan optimal seluruh prajurit dan unsur pendukung.
Freddy menegaskan, rangkaian kegiatan ditata secara khidmat namun tetap menampilkan kemegahan TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara. “Peringatan HUT ke-80 TNI diharapkan menjadi momentum penting untuk mempertegas jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional yang senantiasa siap menjaga kedaulatan, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Aktivitas yang Dilakukan Selama HUT ke-80 TNI
Dalam perayaan HUT ke-80 TNI, beberapa aktivitas menarik disajikan. Di antaranya adalah parade pasukan, defile, serta atraksi udara dan darat yang menunjukkan kesiapan dan kekuatan TNI. Setiap aktivitas ini telah diuji coba dan dilatih agar dapat berjalan dengan baik.
Beberapa hal yang menjadi fokus dalam acara ini adalah:
- Parade Pasukan: Para prajurit TNI tampil dengan penuh semangat dan kedisiplinan dalam melakukan parade.
- Defile: Prosesi defile menunjukkan kerja sama dan koordinasi yang baik antara berbagai satuan TNI.
- Atraksi Udara dan Darat: Atraksi ini menampilkan kemampuan teknis dan operasional TNI dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara.
Selain itu, para peserta upacara dan warga yang hadir juga menyaksikan berbagai penampilan yang menarik dan menghibur. Semua aktivitas ini bertujuan untuk memperkuat rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap TNI sebagai institusi yang tangguh dan profesional.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





