Aksi Penipuan dengan Modus Seragam TNI di Sumedang
Sebuah kejadian penipuan yang dilakukan oleh seseorang dengan seragam TNI telah terjadi di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pelaku nekat melakukan aksi tersebut dengan mengelabui seorang pedagang telur dan membawa kabur 250 kilogram telur dengan total kerugian mencapai jutaan rupiah.
Aksi ini awalnya terjadi pada hari Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku datang ke korban dengan niat membeli telur dalam jumlah besar, yaitu 250 kilogram. Total nilai transaksi mencapai Rp7.290.000. Untuk meyakinkan korban, pelaku menjanjikan pembayaran akan dilakukan melalui transfer bank setelah barang tiba di kantor Kecamatan Pamulihan.
Karena pelaku mengenakan seragam TNI, korban merasa percaya dan bersedia mengirimkan pesanan ke lokasi yang disepakati. Setibanya di kantor Kecamatan Pamulihan, pelaku bersikap seolah-olah memiliki otoritas sehingga disambut oleh beberapa pihak di lokasi. Ia juga sempat mengelabui pegawai kecamatan dengan dalih bahwa telur-telur tersebut akan digunakan untuk kegiatan bazar sembako.
Kejanggalan mulai terlihat saat telur yang baru diturunkan justru diminta dipindahkan kembali oleh pelaku ke dalam mobil pribadinya. Mobil yang digunakan adalah Honda CR-V berwarna putih dengan nomor polisi F 1147 QL. Setelah diperiksa, nomor plat tersebut diduga kuat sebagai pelat nomor palsu atau bodong.
Untuk melarikan diri, pelaku meminta korban pergi ke Bank BRI Unit Cimanggung. Ia berdalih bahwa korban harus menemui istrinya yang bernama “Bu Ida” yang bekerja di bank tersebut untuk mengambil uang pembayaran. Korban pun berangkat ke bank didampingi oleh salah seorang pegawai kecamatan.
Sesampainya di Bank BRI Unit Cimanggung, korban menanyakan keberadaan pegawai bernama Bu Ida. Namun, pihak bank menyatakan tidak ada pegawai dengan nama tersebut. Saat itulah korban menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan dan pelaku sudah melarikan diri bersama 250 kg telur tersebut.
Penanganan oleh Pihak Kepolisian
Kapolsek Pamulihan, Iptu Tri Sunu Suparjianto, membenarkan detail kejadian tersebut. Ia memastikan pihak kepolisian kini sedang mendalami identitas pelaku yang diduga kuat merupakan anggota TNI gadungan. “Benar di Pamulihan, kejadiannya pada Selasa (14/4/2026) pukul 12.00 WIB,” kata Tri Sunu. Ia juga menambahkan bahwa korban sudah melapor, dan kasus sudah dalam penanganan polisi.
Polisi juga tengah menelusuri keberadaan CR-V putih yang digunakan pelaku sebagai petunjuk utama. AKP Tanwin Nopiansah, Kasatreskrim Polres Sumedang, menegaskan bahwa pendalaman kasus ini penting guna mencegah adanya korban-korban baru dengan modus serupa di wilayah hukum Sumedang. “Lagi penyelidikan, pelaku diperkirakan (TNI) gadungan,” tegas Tanwin.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan oleh pihak kepolisian:
- Menelusuri keberadaan mobil Honda CR-V berwarna putih dengan nomor polisi F 1147 QL.
- Mencari informasi lebih lanjut mengenai identitas pelaku yang diduga kuat merupakan anggota TNI gadungan.
- Memastikan bahwa tidak ada korban lain yang terkena modus serupa di wilayah hukum Sumedang.
- Melakukan penyelidikan intensif terhadap laporan yang diterima dari korban.
Kesimpulan
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya waspada terhadap orang-orang yang menggunakan atribut seperti seragam militer untuk menipu masyarakat. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi para pedagang untuk selalu memeriksa identitas dan keabsahan calon pembeli sebelum melakukan transaksi besar. Dengan penanganan yang cepat dan tepat oleh pihak kepolisian, diharapkan dapat segera menangkap pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .







