Pujian Bupati Aceh Tenggara untuk Prabowo, Ganjar Ajak Fokus Bantu Rakyat

by -379 Views

Ganjar Pranowo Ajak Fokus Bantu Korban Bencana di Pulau Sumatra

Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, mengajak seluruh pihak untuk fokus membantu warga yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatra. Hal ini disampaikan setelah Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke lokasi pengungsian, di mana Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, menyampaikan harapannya agar Prabowo menjadi presiden seumur hidup.

“Mari kita bantu warga yang sedang mengalami kesulitan karena banjir dan longsor,” ujar Ganjar dalam pernyataannya.

Bupati Aceh Tenggara Sebut Prabowo Pemimpin yang Cinta Rakyat

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, memberikan pujian kepada Presiden. Ia menyebut Prabowo sebagai sosok pemimpin yang sangat mencintai rakyat. Namun, sanjungan tersebut terdengar berlebihan ketika Salim menyuarakan keinginan agar Prabowo menjadi Presiden RI seumur hidup.

“Tidak ada Presiden seperti beliau, menyapa rakyat, menyapa masyarakat, insyaAllah nanti ada video yang dibuat Pak Presiden, kalau bisa Papak Prabowo menjadi presiden seumur hidup,” kata Salim Fakhry.

Mendengar pernyataan tersebut, Presiden Prabowo justru menunjukkan sikap tidak setuju. Melalui gestur menggelengkan kepala dan melambaikan tangan, Prabowo menolak narasi “presiden seumur hidup” yang dilontarkan sang Bupati.

Bupati Aceh Tenggara Tak Perlu Menjilat

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensat), turut menyoroti insiden ini. Ia menilai, tindakan Bupati Aceh Tenggara tersebut sebagai upaya mencari muka yang tidak pada tempatnya. Menurutnya, respons Prabowo sudah sangat jelas menolak gagasan inkonstitusional tersebut.

“Apresiasi Pak Prabowo mengunjungi korban banjir, hanya memang terlalu berlebihan jilatan yang dilakukan oleh Pak Bupati itu, tapi kalau kita lihat di videonya, Pak Prabowo pun menolak permintaan Pak Bupati untuk menjadi Presiden seumur hidup, dari gesturnya kan beliau bilang jangan, menggerakkan telapak tangan, menandakan kode tidak, tidak, tidak,” ujar Hensat.

Sebaiknya Prioritaskan Korban Bencana Terlebih Dulu

Hensat mengingatkan para pejabat daerah untuk memprioritaskan penanganan korban ketimbang melancarkan agenda politik. Situasi bencana menuntut fokus penuh pada rehabilitasi dan perbaikan, bukan sanjungan kepada penguasa.

“Jadi harusnya gini, Bupati itu beresin dulu daerahnya, jadi kalau kemudian puji-pujian yang ada kaitannya dengan politik nanti saja dulu, hindari dulu, konsentrasi untuk rehabilitasi, perbaikan, renovasi daerahnya, saya rasa Pak Prabowo memahami konstitusi saat ini,” ucap dia.

Lebih lanjut, Hensat meyakini, Presiden Prabowo juga akan taat konstitusi. Sehingga, tidak ingin menjadi presiden seumur hidup. Jadi beliau juga tidak ingin mengangkangi konstitusi, apalagi bicara tentang kekuasaan pada saat kedukaan. Warning buat para bupati, gak perlu menjilat pusat, atau kekuasaan di masa-masa bencana seperti ini,” imbuhnya.

Update BNPB: Akses Medan–Aceh Tamiang Terbuka Penuh Besok

BNPB melaporkan bahwa akses antara Medan dan Aceh Tamiang telah terbuka penuh besok. Selain itu, Bupati Aceh Tenggara disentil karena memberikan puji-pujian berlebihan terhadap Presiden saat bencana terjadi. Bencana di Aceh telah mengakibatkan 479.300 orang menjadi pengungsi.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.