Renungan Katolik Harian: Sabda Allah dan Alam Ajarkan Kebijaksanaan

by -553 Views

Renungan Harian Katolik: Jumat 28 November 2025

Pater Fransiskus Funan Banusu SVD

Sabda Allah dan Alam Mengajarkan Kebijaksanaan Ilahi untuk Kehidupan Ini

Dalam bacaan hari ini, kita membaca dari Kitab Daniel (7:2-14), Mazmur T.Dan 3:75-81, dan Injil Lukas (21:29-33). Salah satu ayat yang menarik perhatian adalah, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu.” (Luk 21:33).

Allah menciptakan segala sesuatu bukan hanya untuk diri-Nya sendiri, tetapi saling terkait satu sama lain, baik secara langsung maupun tidak. Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk belajar dari alam tentang makna kehidupan. Kehidupan itu terus bertumbuh dan berkembang menuju kepenuhannya dalam Tuhan.

Dalam proses pertumbuhan itu, ada situasi yang menggembirakan, tetapi juga hadir situasi kritis yang menantang. Tidak hanya hal sukacita yang membuat hidup bermakna, tetapi hal-hal yang menyedihkan pun memberikan arti penting bagi pencapaian hidup yang bermutu.

Alam Memberi Pelajaran Tentang Makna Hidup

Pohon tidak selamanya berdaun hijau. Ada musim gugur, seakan-akan tidak ada kehidupan pada pohon itu. Namun, harapan kehidupan baru datang ketika musim tunas baru tiba. Di sisi lain, kita juga harus mempersiapkan diri bahwa musim panas akan datang. Musim berganti sesuai dengan ritme alam, begitu pula kehidupan manusia pun ikut berubah.

Alam tidak hanya memberi pelajaran tentang makna hidup, tetapi juga mengajarkan kita tentang kebijaksanaan spiritual sebagaimana disampaikan oleh Yesus sendiri, “Jika kalian lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.” (Luk 21:31).

Peran Iman dalam Penantian Kerajaan Allah

Iman memainkan peran penting dalam penantian kedatangan Kerajaan Allah. Iman akan sabda Allah dalam Diri Yesus Kristus yang hidup. Kedatangan Yesus sebagai Anak Manusia yang memiliki segala kuasa dari Allah telah tampak kepada Daniel dalam penglihatannya. “Kepada yang serupa Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan, kehormatan, dan kuasa sebagai raja. Dan segala bangsa, suku, dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya kekal adanya, dan Kerajaan-Nya takkan binasa.” (Dan 7:14). Dalam penglihatan Daniel, kedatangan Anak Manusia untuk menyelamatkan manusia dari kuasa-kuasa kejahatan yang menyeramkan.

Allah dalam Yesus Sang Anak Manusia berkuasa penuh atas segala sesuatu. Pemazmur bermadah, “Pujilah Tuhan, hai unggas di udara. Pujilah Tuhan, hai segala binatang buas dan ternak di bumi.” (T.Dan 3:80-81).

Menyambut Tuhan dengan Kestabilan

Alam dan Sabda Allah menginspirasi kita agar dengan bijak menyambut Tuhan dalam kedatangan-Nya. Dengan kesetiaan, kita tetap menjaga diri dari segala cela dan noda dosa. Selain itu, oleh kekuatan sabda Tuhan yang menyentuh hati, kita diteguhkan oleh Tuhan sendiri agar menanti dengan tekun hadirnya kepenuhan Kerajaan Allah.

Kesimpulan

Melalui renungan ini, kita diajak untuk lebih memahami bahwa kehidupan kita tidak hanya terdiri dari kebahagiaan, tetapi juga tantangan dan kesulitan. Semua itu menjadi bagian dari proses pertumbuhan menuju kepenuhan dalam Tuhan. Dengan iman yang teguh, kita dapat menghadapi setiap situasi dengan keyakinan bahwa sabda Allah tidak akan pernah lenyap.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.