Respons tokoh agama mengenai tawuran dan narkoba di Belawan: Darurat moral!

by -5 Views

Keprihatinan Tokoh Agama atas Kebiasaan Negatif di Kawasan Belawan

Ustadz Sayyid Teuku Muhammad Nabawi, tokoh agama yang dikenal vokal dan aktif berdakwah di kawasan Belawan serta Pulau Jawa, menyampaikan pernyataan tegas mengenai maraknya aksi tawuran antar kelompok remaja serta peredaran narkoba, judi, pelacuran, minuman keras, dan maksiat lainnya. Pernyataan ini disampaikannya dengan nada prihatin namun penuh kepedulian terhadap kondisi masyarakat saat ini.

“Saya tidak bisa diam. Ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, ini sudah darurat moral. Anak-anak kita sekarang tidak takut lagi berbuat dosa, tidak hormat sama orang tua, tidak takut hukum, apalagi malu dan takut sama Allah Azza Wa Jalla,” ujar Ustadz Nabawi, yang dikenal sebagai pendakwah yang sangat peduli terhadap generasi muda.

Menurut dia, fenomena tersebut tidak terlepas dari beberapa faktor utama, seperti lemahnya kontrol sosial, longgarnya peran orang tua, serta minimnya keteladanan dari pemimpin masyarakat dan aparat. Ia menekankan bahwa semua pihak memiliki andil dalam menjaga kestabilan moral masyarakat.

“Kalau pemuda sudah sibuk tawuran dan isap sabu, lalu siapa yang akan jaga negeri ini besok? Kita jangan hanya sibuk cari kambing hitam. Semua punya andil. Orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat, sampai pejabat pemerintahan,” katanya.

Peran Aparat Keamanan yang Lebih Tegas

Ustadz Nabawi juga meminta agar aparat kepolisian, khususnya Polres Pelabuhan Belawan, bertindak lebih tegas dalam menangani masalah ini. Ia menyoroti pentingnya tindakan yang tidak hanya sebatas melerai saat terjadi keributan, tetapi benar-benar memberikan efek jera, terutama jika terjadi keributan besar.

Ia menyarankan adanya patroli rutin, pendekatan preventif ke sekolah dan masjid, serta pemberdayaan remaja melalui kegiatan positif. “Kita jangan cuma jadi pemadam kebakaran. Harus hadir sebelum api membesar. Bina anak-anak muda kita. Kalau bisa, dudukkan mereka dalam majelis ilmu. Mereka yang suka tawuran harus segera disadarkan akalnya,” serunya.

Kolaborasi untuk Membangun Masa Depan yang Lebih Baik

Sebagai penutup, Ustadz Nabawi menyerukan kolaborasi nyata antara ulama, umara (pemerintah), dan ummat. Ia menegaskan bahwa semua pihak wajib turun tangan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi muda.

“Jangan tunggu anak kita sendiri yang jadi korban baru menjerit. Mari kita bangkitkan Belawan sebagai daerah yang berkah, bukan sarang tawuran dan narkoba, judi, pelacuran, minuman keras dan maksiat lainnya,” ujarnya penuh semangat.

Langkah-Langkah yang Diperlukan

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini:

  • Peningkatan pengawasan oleh orang tua: Orang tua perlu lebih aktif dalam memantau kegiatan anak-anak mereka dan memberikan bimbingan yang tepat.
  • Kolaborasi antara aparat dan masyarakat: Polisi dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.
  • Penguatan peran tokoh agama dan masyarakat: Tokoh agama dan masyarakat dapat menjadi mediator dan penyampai pesan moral kepada generasi muda.
  • Program pemberdayaan remaja: Adanya kegiatan positif yang dapat menyalurkan energi para remaja, seperti olahraga, seni, atau kegiatan belajar.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

About Author: Sammy NW

Avatar of Sammy NW
Sammy NW adalah seorang jurnalis dan mediapreneur yang berdedikasi mengembangkan media digital yang berintegritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.